Jakarta Greater

Militer Finlandia Borong Rudal AIM 9X Block II dan AGM-154 JSOW

rudal sidewinder
Rudal AIM-9X Sidewinder. (@ U.S. Air Force - Airman 1st Class Caitlin Russell)

Pemerintah Amerika Serikat  (AS) bertekad menyetujui Penjualan peralatan militer kepada Pemerintah Finlandia, berupa rudal taktis AIM 9X Block II, AGM-154 Joint Stand Off Weapons (JSOW) beserta peralatan terkait dengan perkiraan biaya USD 323,3 juta.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DCSA) AS mengirimkan sertifikasi yang diperlukan untuk memberi tahu Kongres tentang kemungkinan penjualan ini pada 28/11/2022.

Pemerintah Finlandia telah meminta untuk pembelian:

  • Empat puluh (40) rudal taktis AIM 9X Block II;
  • Empat (4) unit panduan taktis AIM 9X Block II;
  • Empat puluh delapan (48) AGM-154 Joint Stand Off Weapons (JSOW).

Pembelian ini juga meliputi: Dummy Air Training Missiles (DATM); Rudal Pelatihan Captive Air (CATM); Captive Flight Vehicle (CFV);  Free Flight Vehicles (FFV); dukungan dan pengujian integrasi; pengembangan perangkat lunak program penerbangan operasional senjata;  suku cadang, perbaikan dan sebagainya.

Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan senjata udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan Finlandia dan akan berdampak positif pada hubungan AS dengan negara-negara di kawasan Nordik. Finlandia bermaksud menggunakan alutsista pertahanan ini untuk armada pesawat tempurnya, ungkap laman DCSA Kementerian Pertahanan AS, 28/11/2022.

Baca juga: Alutsista Militer Qatar Semakin Canggih dengan Konter Drone FS-LIDS

Kontraktor utamanya adalah Raytheon Missiles and Defense, Tucson, Arizona, AS.

Rudal AIM-9X Sidewinder Block 2

Pengujian Rudal AIM-9X Sidewinder Block II dimulai pada September 2008 dengan menambahkan kemampuan lock-on after launch (LOAL) atau penguncian setelah peluncuran dengan datalink.

Rudal ini juga dilengkapi dengan upgrade elektronik dan bisa menyerang target di luar jangkauan visual.

Dengan upgrade itu, rudal dapat diluncurkan terlebih dahulu dan kemudian diarahkan dengan tepat ke sasarannya oleh pesawat untuk menghadapi target dalam radius 360 derajat.

Kemampuan ini muncul berkat Rudal AIM-9X Block II menambahkan fuze yang didesain ulang dan perangkat pengamanan digital ignition untuk meningkatkan penanganan penerbangan.

Kelebihan lain dari rudal AIM-9X Block II adalah, bisa diluncurkan dari darat via Multi-Mission Launcher (MML).

Baca juga: Untuk Pertama Kali Destroyer Jepang Tembakkan Rudal SM-3 Block IIA

Uji cobanya telah dilakukan pada bulan Februari 2015 oleh Angkatan Darat A.S, dengan peluncuran rudal yang dipasang di truk yang dapat menampung 15 rudal.

MML adalah bagian dari Indirect Fire Protection Capability Increment 2-Intercept (IFPC Inc. 2-I) untuk melindungi pasukan darat dari ancaman rudal jelajah dan kendaraan udara tak berawak.

AIM-9X Block II digunakan oleh Angkatan Darat AS untuk menjadi solusi menghadapi ancaman rudal jelajah dan UAV.

Rudal AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW)

AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW) adalah rudal serang presisi yang dibangun oleh Raytheon untuk diluncurkan dari udara menyasar target darat (air-to-surface missile) yang bisa membawa beberapa jenis paket amunisi yang mematikan.

pesawat tembakkan rudal
F-16C Fighting Falcon tembakkan rudal AGM-154 Joint Stand-off Weapon (JSOW) air-to-ground. (@ MSgt Michael Ammons – US Air Force)

Rudal AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW) memiliki jangkauan 22 hingga 116 Km sehingga memungkinkan JSOW untuk tetap berada di luar selubung pertahanan titik musuh, sehingga bisa secara efektif menyerang dan menghancurkan target. JSOW telah terintegrasi pada pesawat F/A-18C/D/E/F, F-16, B-52, F-15E, F-35C, B-1B dan B-2.

*photo cover: Rudal AIM-9X Sidewinder. (@ U.S. Air Force – Airman 1st Class Caitlin Russell)

 

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis:

Rojes Saragih

Follow Us