Jakarta Greater

Daftar Ekspor Impor Alutsista India Tiga Tahun Terakhir

Pesawat DO-228 India (@HAL India)

Kementerian Pertahanan India merilis data anggaran ekspor dan impor peralatan pertahanan untuk tahun 2020 dan 2021.

Sesuai Stockholm International Peace Research Institute, pengeluaran militer India untuk tahun 2021 meningkat sebasear 5,02 persen atau sekitar USD 3.660 juta dibandingkan tahun 2020.

Belanja alat pertahanan India pada tahun 2020 sebesar USD 72.937 juta. Sementara pada tahun 2021 meningkat menjadi USD 76.598 juta.

Baca juga: Bangganya Menteri Pertahanan India Tugaskan Destroyer INS Mormugao

Rincian Impor dan Ekspor Alutsista India

Peningkatan belanja pertahanan pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 disebabkan oleh kebutuhan dana yang diproyeksikan oleh Angkatan dan ketersediaan sumber daya dengan Pemerintah, ungkap laman Kementerian Pertahanan India, 16/12/2022.

Baca juga: Destroyer Siluman Buatan India, Cerita di Balik Pembangunannya

Adapun rincian impor dan ekspor alutsista India selama tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Ekspor Utama: Sistem Pengawasan Pesisir, Torpedo Ringan, Pesawat DO-228, Traktor Penarik Pesawat, Radar Lokasi Senjata, Fast Patrol Vessel (FPV) ‘SCGS Zoroaster’, Equipment 120mm Mortar Bomb 120 mm HE, Motor Grader BG605l dan Bulldozer 65- 1 dan Suku Cadang, Sistem Pengendalian Tembakan, Kendaraan Perlindungan Lapis Baja, Kendaraan Basis Diesel 6×6, Kendaraan Ambulans Anti-Ranjau, Kapal Penjaga Berkecepatan Tinggi, Kendaraan Spesialis Ringan Lapis Baja (6Nos.), Kendaraan Pelindung Ranjau 4×4, Senapan Sniper 7,62x51mm dan; 0,338 Senapan Sniper Lapua Magnum, Simulator dll.

Adapun Impor Utama meliputi: Jammer, Radar, Radar Doppler, UGV THeMIS, LOITERING MUNITIONS SYSTEM, UAV, SISTEM PENCITRAAN PENGLIHATAN MALAM, Kendaraan Lapis Baja, Radar Pengawasan Bandara (ASR), CLOSE-IN WEAPON SYSTEM, Sistem Jamming Blok-C, ARSENAL 7.62x51mm Senapan Mesin, Peralatan Uji Rudal Ground Support, dll.

Departemen Produksi Pertahanan (DDP), Kementerian Pertahanan India memberikan lisensi impor ke perusahaan impor barang-barang yang tercakup dalam 69 Kode ITC(HS) di bawah wewenang yang didelegasikan oleh DGFT kepada DDP.

*photo cover: Pesawat DO-228 bisa untuk sipil maupun patroli maritim (@HAL India)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis:

Rojes Saragih

Tinggalkan komentar

Follow Us