Jakarta Greater

Selain Tank Bradley, Rudal Sea Sparrow Juga Diberikan AS untuk Ukraina

Rudal RIM-7P Sea Sparrow.

Kementerian Pertahanan AS memberikan berbagai bantuan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk Ukraina, termasuk kendaraan tempur infanteri M2 Bradley, APC M-113, kendaraan taktis Humvee, howitzer self-propelled Paladin 155 mm, rudal anti-tank TOW, dan juga rudal anti-pesawat & anti-rudal, RIM-7 Sea Sparrow.

Pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) meluncurkan paket bantuan militer senilai lebih dari $3 miliar untuk membantu Ukraina mengusir Rusia dari tanah mereka.

“Perang di Ukraina berada pada titik kritis saat ini, dan kami harus melakukan semua yang kami bisa untuk membantu Ukraina terus melawan agresi Rusia,” kata Wakil Asisten Menteri Pertahanan untuk Rusia, Ukraina dan Eurasia, Laura Cooper, dikutip laman Kementerian Pertahanan AS, 6 Januari 2023.

Otoritas penarikan budget oleh presiden (Presidential Drawdown Authority -PDA) yang diumumkan pada 6 Januari 2023, adalah yang terbesar yang telah dilakukan Amerika Serikat sejauh ini.

Baca juga: Pesawat Tempur KF-21 Boramae ke-3, Sukses Terbang Perdana

Otorisasi penarikan peralatan oleh presiden dari inventaris AS, bernilai hingga $2,85 miliar, serta tambahan $225 juta pembiayaan militer asing, untuk berkontribusi pada kapasitas jangka panjang dan modernisasi militer Ukraina, kata Laura Cooper.

Pengumuman utama adalah dimasukkannya 50 Kendaraan Tempur Bradley M2-A2 untuk militer Ukraina.

Kendaraan lapis baja ini – cukup untuk melengkapi batalion infanteri mekanik – akan datang dengan 500 rudal anti-tank TOW (Tube-launched, Optically tracked, Wire-guided), dan 250.000 butir amunisi 25 mm.

Otoritas penarikan juga mencakup 100 pengangkut personel lapis baja M-113 dan 50 kendaraan yang tahan ranjau dan tahan penyergapan. AS juga akan menyediakan 138 Humvee.

Artileri tetap menjadi kemampuan penting bagi Ukraina dan Presidential Drawdown Authority (PDA) akan menyediakan 18 unit howitzer self-propelled Paladin 155 mm, 36 unit howitzer derek 105 mm serta ribuan peluru untuk memasok kedua sistem itu.

Rudal Sea Sparrow

Amerika Serikat juga akan memberikan kemampuan anti-pesawat termasuk rudal RIM-7 Sea Sparrow, dan 4.000 roket Zuni (Folding-Fin Aircraft Rocket (FFAR).

RIM-7 Sea Sparrow adalah sistem senjata anti-pesawat & anti-rudal jarak pendek, yang dibawa oleh kapal, terutama ditujukan untuk pertahanan terhadap rudal anti-kapal.

Baca juga: Ukraina Dapatkan Kendaraan Tempur Bradley dari AS

Sistem ini dikembangkan dari rudal udara-ke-udara AIM-7 Sparrow sebagai senjata “pertahanan titik” ringan yang dapat dipasang ke kapal yang sudah ada dalam waktu yang cepat, sebagai pengganti senjata anti-pesawat.

Sea Sparrow menjadi bagian penting dari sistem pertahanan udara berlapis, karena menyediakan komponen jarak pendek/menengah yang sangat berguna melawan rudal penjelajah laut.

Rudal RIM-7 Sea Sparrow.
Rudal RIM-7 Sea Sparrow. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class William Sykes)

Pesawat jet berkecepatan tinggi yang terbang di ketinggian rendah menjadi ancaman bagi angkatan laut. Pesawat bisa saja mendekati kapal dengan cara terbang di bawah cakrawala lokal kapal, serta tiba-tiba muncul pada jarak yang relatif dekat. Situasi ini memberi waktu hanya beberapa detik bagi kapal untuk merespons.

Rudal Sea Sparrow dibangun untuk menghadapi masalah dalam mempertahankan diri dari serangan pesawat bertenaga jet berkecepatan tinggi, yang waktu pengikatan hanya dalam hitungan detik. Radar telah terkunci dan pembidik senjata tidak ada waktu untuk menembak sasaran yang berada dalam jarak tembak yang relatif pendek.

Untuk itu pula, rudal Sea Sparrow menggunakan sistem yang dipandu radar iluminator yang diarahkan secara manual.

Rudal dapat menyesuaikan pendekatannya secara progresif saat terbang menuju target. Proximity fuse hanya perlu jarak “cukup dekat”, untuk meledakkan alat peledak secara otomatis ketika jarak ke target menjadi lebih dekat.

Rudal Sea Sparrow terbang hingga kecepatan 4.256 km/jam, untuk mencegat rudal hingga jarak 17 km, dengan bahan peledak berbobot 41 kg.

Bantuan Lainnya

Bantuan AS untuk militer Ukraina juga termasuk perangkat penglihatan malam, senapan sniper, senapan mesin, suku cadang, pakaian, dan lainnya.

“Kemampuan ini akan melengkapi dan bekerja dengan pelatihan yang dipimpin AS yang diperluas mulai bulan ini yang akan membangun kapasitas Ukraina untuk melakukan manuver bersama dan operasi gabungan,” kata Cooper. “Kami akan memastikan Ukraina memiliki peralatan dan keterampilan yang diperlukan untuk mempertahankan upayanya menekan agresi Rusia.”

Pejabat AS selalu melihat apa yang dibutuhkan Ukraina untuk melawan Rusia. “Kebutuhan medan perang mereka telah berkembang dari waktu ke waktu,” kata Cooper.

Ketika Rusia menginvasi pada 24 Februari 2022, kebutuhan mendesak adalah senjata anti-lapis baja di mana Amerika Serikat serta negara-negara mitra mengirim ribuan sistem Javelin dan sistem serupa lainnya ke Ukraina.

Setelah Ukraina mengalahkan serangan awal Rusia, artileri menjadi kebutuhan krusial dan Amerika Serikat mengirimkan howitzer dan amunisi ke negara tersebut.

Baru-baru ini, pertahanan udara telah menjadi prioritas dan Amerika Serikat serta sekutunya telah mengirimkan sistem yang telah dirakit Ukraina untuk membentuk sistem pertahanan udara terintegrasi.

Sekarang Ukraina membutuhkan kendaraan lapis baja dan Jerman, Prancis, Belanda, dan Amerika Serikat mengirim mereka ke negara yang terkepung itu, kata Cooper.

“Dalam kasus Bradley, apa yang Anda lihat adalah pengakuan bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi kami untuk memberikan kemampuan lapis baja ini,” katanya. “Ini adalah waktu yang tepat bagi Ukraina untuk memanfaatkan kemampuannya mengubah dinamika di medan perang.”

Presiden Rusia Vladimir Putin “belum melepaskan tujuannya untuk mendominasi Ukraina dan terus memperoleh wilayah Ukraina,” kata Cooper. Tapi … “kelemahan angkatan bersenjata Rusia telah bertabrakan dengan tujuan itu.”

Kendaraan Tempur Infanteri M2 Bradley.
Kendaraan Tempur Infanteri M2 Bradley. (U.S. Army National Guard photo by Spc. Hassani Ribera)

Bantuan ke Ukraina masih penting, kata Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Rusia, Ukraina dan Eurasia, itu. “Dari perspektif strategis, jika Putin berhasil mencapai tujuannya untuk menguasai Ukraina, dampaknya akan sangat buruk” katanya.

“Ini akan mengubah batas-batas internasional dengan cara yang belum pernah kita lihat sejak Perang Dunia II. Dan kapasitas kita untuk membalikkan pencapaian ini dan mendukung serta mempertahankan kedaulatan suatu bangsa bergema tidak hanya di Eropa, tetapi di seluruh dunia.

“Tidak ada yang mau mengirim sinyal ke pelaku intimidasi lain di seluruh dunia bahwa mereka dapat mengambil alih negara tetangga mereka tanpa membayar harga yang mahal,” ujar Laura Cooper.

*Cover image: Rudal RIM-7P Sea Sparrow. (U.S. Navy photo by Mass Communications Specialist 2nd Class Kenan O’Connor).

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis:

Rojes Saragih

Tinggalkan komentar

Follow Us