Jakarta Greater

Batalyon Artileri Pertahanan Udara Kostrad Latihan Alutsista

Meriam Rheinmetal 20 mm
Yonarhanud 2/ABW/2 Kostrad melakukan uji kemampuan prajurit dalam mengoperasikan alutsista. (Divif 2 Kostrad)

Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 2/ABW/2 Kostrad, Lettu Arh Restu Anggara melakukan uji kemampuan prajurit dalam mengoperasikan alutsista.

Pengujian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan prajurit, setelah dua minggu melakukan latihan.

Pemahaman tugas dan tanggung jawab prajurit artileri pertahanan udara dalam mengawaki alutsista, mendapatkan ujian di lapangan Batalyon Yonarhanud 2, Malang, Jawa Timur.

Latihan praktek ini tentu saja sesuai dengan baterai mereka masing-masing, antara lain: meriam Rheinmetal 20 mm Rh-202, rudal Atlas, rudal MPCV dan radar MCP, ungkap laman Instagram Divif 2 Kostrad, 13 Januari 2023.

Meriam Rheinmetal 20 mm
Batalyon Artileri Pertahanan Udara 2/ABW/2 Kostrad melakukan uji kemampuan prajurit dalam mengoperasikan alutsista. (photo: Divisi Infanteri 2 Kostrad)

Pasiops Yonarhanud 2 Kostrad Lettu Arh Restu Anggara lebih lanjut  menjelaskan bahwa, masing-masing awak harus mengerti dan mahir mengoperasikan alutsista. Mereka juga harus dapat menjalankan tugas dengan baik dan profesional.

Baca juga: Peringkat Kekuatan Militer Indonesia Tahun 2023

“Masing-masing awak harus mengerti tugas pokok dan fungsi dalam mengoperasikan alutsista. Prajurit Yonarhanud 2 Kostrad harus siap menghadapi segala macam tugas dan tetap profesional” ujarnya.

Meriam Twin Rheinmetal 20 mm Rh-202

Rheinmetall Mk 20 RH-202 merupakan meriam otomatis kaliber 20 mm buatan perusahaan Rheinmetall, Jerman.

Dengan laju tembakan seribu peluru per menit, senjata ini bisa mengenai target di udara, hingga jarak dua kilometer.

Meriam Rheinmetal 20 mm Batalyon Artileri Pertahanan Udara 2 kostrad
Batalyon Artileri Pertahanan Udara 2/ABW/2 Kostrad melakukan uji kemampuan prajurit dalam mengoperasikan alutsista. (photo: Divisi Infanteri 2 Kostrad)

Di samping itu, pada jarak 2,5 km, meriam juga mampu menyerang target darat termasuk kendaraan lapis baja ringan dan kendaraan tempur infanteri.

Meriam Rheinmetall Mk 20 RH-202 merupakan senjata serbaguna, karena dapat dipasang pada kendaraan militer darat atau laut, fregat, kapal perusak, atau ditarik oleh kendaraan tempur (towing).

Baca juga: Lambang Bendera Indonesia di Jet Tempur KF-21 Prototipe 3

Untuk penggunaan anti-pesawat terbang, meriam ini hanya memerlukan peluru berdaya ledak tinggi. Dengan peluru ini jangkauan pun bertambah menjadi 4 km.

Pasukan Berdiri Sendiri

Kostrad merupakan bagian dari Komando Utama Tempur TNI AD. Pasukan ini  memiliki kemampuan yang bisa berdiri sendiri dalam sebuah pertempuran.

rudal Atlas Yonarhanud
Yonarhanud 2/ABW/2 Kostrad melakukan uji kemampuan prajurit dalam mengoperasikan alutsista. (photo: Divisi Infanteri 2 Kostrad)

Kostrad memiliki kekuatan tempur penuh, termasuk infanteri, kavaleri, artileri medan, dan artileri pertahanan udara. Belum lagi, batalyon Zeni Tempur, Perbekalan dan Transportasi, Peralatan, Komunikasi, dan batalyon Kesehatan juga ada.

Dengan demikian, jika pasukan Kostrad bergerak ke medan pertempuran, mereka dapat menyelesaikan misinya dan melindungi diri dari berbagai ancaman. Tentu saja, batalyon Artileri Pertahanan Udara akan memberikan perlindungan dari ancaman serangan udara.

*Cover image: Yonarhanud 2/ABW/2 Kostrad melakukan uji kemampuan prajurit dalam mengoperasikan alutsista. (photo: Divisi Infanteri 2 Kostrad)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis:

Rojes Saragih

Follow Us