Jakarta Greater

Kendaraan Pengangkut Personel PIRANHA untuk Militer Moldova

Angkatan bersenjata Moldova menerima kendaraan pengangkut personel lapis baja PIRANHA-3H pertama dari Pemerintah Jerman, melalui pendanaan program Enable and Enhance Initiative.

Sebanyak 19 kendaraan pengangkut lapis baja PIRANHA-3H disiapkan untuk militer Moldova, dengan mengambilnya dari stok industri.

Jerman mendanai pengadaan PIRANHA ini untuk memodernisasi kemampuan pertahanan Moldova, ungkap laman Kementerian Pertahanan Jerman, 12 Januari 2023.

Penyerahan tiga kendaraan pertama kepada angkatan bersenjata Moldova berlangsung di markas militer Moldova di Chisinau, pada 12 Januari 2023. Adapun 16 kendaraan lainnya, diserahkan lewat pengiriman sepanjang tahun 2023.

Kendaraan Pengangkut Personel PIRANHA 3H Jerman untuk Moldova. (Moldova Defense Ministry).
Kendaraan Pengangkut Personel PIRANHA 3H Jerman untuk Moldova. (Moldova Defense Ministry).

Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht menilai bahwa proyek ini penting.

“Bersama-sama, kita memperkuat angkatan bersenjata Moldova. Pengiriman cepat kendaraan pertama adalah contoh bagus dari kerja sama yang efektif antara kedua negara kita”, ungkap Christine Lambrecht.

Baca juga: Peringkat Kekuatan Militer Indonesia Tahun 2023

Dengan adanya kendaraan angkut personel lapis baja PIRANHA, Moldova akan dapat bekerja sama lebih erat dengan angkatan bersenjata negara lain. Terutama, dalam konteks operasi pemeliharaan perdamaian PBB.

Sebagai mitra yang dekat, Jerman terus berdiri teguh di samping Moldova, saat negara ini memodernisasi dan meningkatkan kemampuan militernya, ungkap Lambrecht.

Latar belakang

Selama kunjungannya ke Chisinau pada awal Oktober, Menteri Lambrecht mengumumkan intensifikasi hubungan Jerman dengan Moldova.

Pengiriman kendaraan pengangkut personel lapis baja PIRANHA-3H merupakan bagian dari perjanjian bilateral. Penandatanganannya berlangsung selama kunjungan itu.

Kendaraan militer ini akan menggantikan model lama milik batalion penjaga perdamaian Moldova.

Kerja sama pertahanan antara Jerman dan Moldova bermula pada tahun 2003 ketika kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama militer.

Kemampuan PIRANHA

Piranha merupakan kendaraan lapis baja untuk mengangkut personel militer (APC). Namun kendaraan ini juga bisa menjadi Kendaraan Tempur Infanteri (IFV).

Kendaraan Pengangkut Personel PIRANHA-3 (GDELS)
Kendaraan Pengangkut Personel PIRANHA-3 (GDELS)

Piranha 3H adalah rancangan dari perusahaan Mowag, Swiss, yang kini milik General Dynamics. Namanya pun berubah menjadi GDELS-MOWAG, sebagai bagian dari General Dynamics European Land Systems (GDELS).

Variannya pun telah berkembang mulai dari Piranha 3 hingga Piranha 5.

PIRANHA juga bisa menjadi kendaraan: pengintaian, Komando, Kontrol & Komunikasi, Kendaraan Maintenance & Recovery, dan juga Ambulans.

PIRANHA adalah kendaraan multiplatform yang bisa mengakomodasi berbagai tugas dan perang militer. Di samping itu, PIRANHA-3H bisa menjadi tank destroyer.

Perlindungan 

PIRANHA memiliki konsep perlindungan modular  sesuai dengan berbagai ancaman yang ada.

Berbagai modul tambahan dapat dipasang untuk misi tertentu, untuk perlindungan balistik terhadap enerji kinetik, proyektil, pecahan dan bom.

PIRANHA-5 (GDELS)
PIRANHA-5 (GDELS)

Selain itu, juga perlindungan terhadap: ledakan ranjau Anti-Tank (AT), ranjau jenis claymore, dan perlindungan terhadap Rocked Propelled Grenades (RPG).

Poin penting lainnya, kendaraan ini juga memiliki perlindungan untuk ancaman: Explosive Formed Penetrator (EFP), Alat Peledak yang Diimprovisasi (IED), peluru artileri dan memiliki sistem proteksi aktif terhadap Anti-tank Guided Missiles (TGM).

Persenjataan 

APC Piranha memiliki turret 1 × 12.7 mm.  Untuk varian IFV bisa menggunakan turret MOWAG auto kanon 30mm, grenade launcher, atau TOW anti-tank missile.

Operasional kendaraan lapis baja ini meliputi: driver, Komandan, penembak, serta mengangkut 8 personel berikut persenjataan dan barang mereka.

*Cover image: Kendaraan Pengangkut Personel PIRANHA 3H Jerman untuk Moldova. (Moldova Defense Ministry).

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis:

Rojes Saragih

Follow Us