India Tetap Beli S-400 Rusia Meski Ada Ancaman AS

S-400. (Ministry of Defence of the Russian Federation)

Jakartagreater.com – India telah menandatangani kesepakatan senilai $ 5,4 miliar untuk membeli 5 sistem pertahanan udara S-400 meski ada ancaman sanksi AS terhadap negara-negara yang bekerjasama dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia, dirilis Sputniknews.com, pada Kamis 11-10-2018.

India akan tetap mempertahankan kerja sama pertahanannya dengan Rusia meski ada ancaman dari AS, sumber di sektor industri militer negara itu mengatakan kepada Sputnik.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa India “akan segera mengetahui” keputusannya mengenai tindakan CAATSA yang bersifat menghukum setelah New Delhi memutuskan untuk membeli Rudal pertahanan udara S-400 senilai lebih dari $ 5 miliar dari Rusia.

Ketika ditanya saat briefing Gedung Putih pada hari Rabu 10-10-2018  tepat ketika India akan menemukan ini, Trump mengatakan: “Anda akan lihat. Lebih cepat dari yang kamu kira. ”

Gedung Putih mengatakan pekan lalu bahwa pengabaian presiden pada kesepakatan senjata dengan Moskow dimaksudkan untuk menjauhkan negara dari peralatan Rusia. Kedutaan AS di New Delhi mengatakan, CAATSA itu menargetkan Moskow, dan tidak ditujukan untuk merusak kemampuan militer “sekutu dan mitra Amerika.”

Pekan lalu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada Sputnik bahwa Rusia dan India telah menandatangani kesepakatan senilai $ 5,4 miliar pada pasokan Rudal pertahanan udara Triumf S-400 ke New Delhi. Perjanjian itu ditandatangani sewaktu kunjungan Presiden Vladimir Putin ke India untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

Washington telah mengatakan keprihatinan atas rencana India untuk membeli sistem S-400, dan  memperingatkan India, bahwa sanksi atas kesepakatan itu tidak dapat dikesampingkan.