Media Jerman: Tumbuhnya Minat Pada S-400 adalah Pesan Bagi AS

Sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 buatan Rusia © Kemenhan Rusia

JakartaGreater.com- Meskipun ancaman sanksi dari Amerika Serikat semakin meningkat dibawah CAATSA, Turki dan India tetap memilih sistem pertahanan udara buatan Rusia daripada sistem sejenis buatan AS. Menurut para ahli yang dimintai pendapatnya oleh media Jerman menyebut bahwa pilihan itu tidak hanya didasarkan pada karakteristik teknis S-400.

Alasan tumbuhnya minat internasional terhadap sistem pertahanan udara S-400 Rusia ini lebih dari sekadar keunggulan teknologi atas model saingan terdekat AS, tulis media Jerman, Die Welt yang mengutip para ahli persenjataan.

Menurut Ruslan Pukhov, kepala Pusat Analisis Strategi dan Teknologi Rusia menyebut, pasar senjata global tidak hanya didorong oleh pasokan dan permintaan, tetapi juga oleh motif politik tertentu.

“[Akuisisi sistem S-400] adalah pesan ke Washington dan Brussels”, menurut Pukhov.

Menurut ahli senjata, dengan membeli S-400 Rusia atau bahkan mengumumkan sebuah niat untuk melakukannya, hal itu menunjukkan bahwa mereka adalah negara independen dan tidak dibawah bayang-bayang Washington, yang terus-menerus mengingatkan pada mereka tentang ancaman sanksi sekunder bila lebih memilih persenjataan Rusia. Pakar itu menekankan salah satu contohnya adalah Turki, menurutnya Ankara sebenarnya tak membutuhkan sistem pertahanan udara canggih semacam itu.

Angkatan Darat AS menerima baterai pertama THAAD tahun 2009 © Lockheed Martin

Die Welt menunjukkan keuntungan lain membeli sistem S-400. Untuk membeli analog Amerika, negara asing harus melalui proses persetujuan yang ketat di Washington. Selain ini, mereka harus berhubungan baik dengan AS. Di sisi lain, proses persetujuan di Rusia jauh lebih praktis dan Moskow tidak menempatkan syarat tambahan pada penjualannya. Selain itu, Rusia juga mampu mengirimkan sistemnya lebih cepat daripada AS.

Dalam sebuah wawancara dengan Die Welt, ahli senjata lainnya, Siemon Wezeman dari lembaga think tank yang berbasis di Stockholm, SIPRI, mengatakan bahwa karakteristik teknis S-400 Rusia memang lebih unggul dari sistem sejens buatan AS.

Wezeman menambahkan bahwa secara historis Uni Soviet berada di belakang AS dalam hal jet tempur, tetapi semua itu dikompensasikan dengan pertahanan udara superior.

S-400 dikenal karena penyebarannya yang cepat dan kemampuan untuk menembak jatuh semua jenis sasaran, mulai dari rudal, pesawat yang terbang rendah hingga jet siluman di ketinggian hingga 30 km dalam radius 400 km menggunakan berbagai jenis rudal.

Sistem rudal patriot MIM-104 selama training pengerahan Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) di Iwakuni, Jepang. © USMC via Wikimedia Commons

Pada saat yang sama, sistem Patriot AS hanya menggunakan rudal dengan jangkauan 100 km, sementara sistem THAAD hanya dirancang untuk mencegat rudal, namun tidak bisa mencegat pesawat.

Pada bulan Oktober, Rusia dan India menandatangani kontrak senilai $ 5,4 miliar untuk memasok lima sistem S-400 mobile, meskipun AS memperingatkan bahwa mereka dapat menerapkan sanksi terhadap India. Menurut laporan, Washington mempertimbangkan untuk memberikan pengecualian atas akuisisi S-400 oleh New Delhi.