Lapan Tuan Rumah Pelatihan Internasional Sistem Satelit Navigasi Global

Ilustrasi GNSS
Lapan Tuan Rumah Pelatihan Internasional Sistem Satelit Navigasi Global 1

Lapan dipilih oleh Asia Pacific Space Cooperation Organization (APSCO) atau organisasi kerja sama keantariksaan Asia Pasifik sebagai tuan rumah pelaksanaan International Training Course on Global Navigation Satellite System (GNSS) Technology and Its Applications. Kegiatan ini berlangsung pada 26 Agustus hingga 3 September 2014 di Hotel All Sedayu, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelatihan ini diikuti oleh 45 peserta dari berbagai negara anggota APSCO yaitu Tiongkok, Bangladesh, Iran, Mongolia, Pakistan, Peru, Thailand, Turki dan Indonesia.

Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, dalam sambutan pembukaan acara, Selasa (26/8) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi aktif Indonesia dalam kegiatan APSCO. Selain itu, Thomas juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) anggota APSCO dari berbagai negara, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi satelit. 

“Kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah pertukaran ide dan keahlian antarpeserta yang berasal dari perwakilan negara-negara anggota APSCO termasuk Indonesia,” Thomas menambahkan. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal APSCO Celal Unver dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih kepada Indonesia, dalam hal ini Lapan, atas sambutan dan kesediaan menjadi tuan rumah kegiatan ini. Ia berharap, sebagai signatory state (negara penandatangan) berdirinya APSCO, Indonesia dapat menjadi full member state (negara anggota tetap) APSCO. 

“Indonesia merupakan negara penting bagi APSCO. Sebagai negara terbesar keempat dari sisi populasinya, kami mengharapkan Indonesia bisa menjadi anggota tetap APSCO. Banyak keuntungan yang bisa dirasakan Indonesia jika sudah menjadi anggota tetap, diantaranya bisa mengajukan projek-projek strategis bagi Lapan (Indonesia) yang akan kami diskusikan dalam dewan APSCO agar bisa disetujui dan didukung oleh negara-negara anggota APSCO lainnya,” Celal menjelaskan. 

Peserta kegiatan ini mendapatkan kuliah dan pelatihan dari ahli GNSS dari Beihang University, Beijing, China. Salah satu peserta yang berasal dari Bangladesh, Abdus Salam Khan mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.

“Meskipun GNSS bukan latar belakang pendidikan saya, namun saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengikuti kegiatan ini dan memahami materi yang disampaikan,” ujar Abdus.

GNSS merupakan istilah generik standar untuk sistem navigasi satelit yg menyediakan informasi posisi, kecepatan dan waktu dengan jangkauan global. GNSS biasa kita kenal seperti GPS (Amerika Serikat), GLONASS (Rusia), GALILEO (Eropa), dan BEIDOU (China). Pertama kali teknologi GNSS muncul dengan menggunakan teknologi NAVSTAR-GPS yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. GNSS dapat digunakan oleh Militer maupun sipil baik untuk  Survei dan Pemetaan, Geologi, Navigasi Laut atau Udara, Hiking, dll.

 

Sumber : Lapan dan JKGR

Leave a Comment