Sistem Pertahanan S-400 China Cegat ‘Target Balistik’ Sejauh 250 Km

Dok. Uji peluncuran sistem Rudal S-400 Rusia © Kemhan Rusia

Jakartagreater.com –  Pasukan Roket Angkatan Darat Pembebasan Rakyat (PLARF) China telah melakukan latihan penembakan langsung yang pertama dari rangkaian resimen pertama sistem pertahanan udara berbasis pencegat jarak jauh buatan Rusia S-400 (NATO: SA-21 Growler), menurut laporan media Rusia.

Tes konon dilakukan pada bulan November 2018 di lokasi yang dirahasiakan. Menurut laporan itu, sistem pertahanan udara S-400 mencegat “target balistik simulasi” sekitar 250 kilometer (155 mil) jauhnya. Menurut laporan itu, PLARF secara aktif menggunakan peralatan pengacau untuk menguji kemampuan S-400 untuk beroperasi di lingkungan peperangan elektronik, dirilis Thediplomat.com, 28-12-2018.

Tidak ada informasi di atas yang dapat diverifikasi secara independen. Sistem pertahanan udara S-400 dilaporkan mampu menghadapi hingga 36 target secara bersamaan termasuk stand-off jammer aircraft, pesawat Airborne Warning and Control System (AWACS), dan Rudal balistik dan jelajah.

Dibandingkan dengan pendahulunya, S-300, sistem pertahanan udara S-400 memiliki sistem radar yang ditingkatkan dan perangkat lunak yang diperbarui; konon dapat menembakkan empat jenis Rudal permukaan-ke-udara (SAM) selain S-300’s 48N6E, sebuah tabung vertikal diluncurkan, bahan bakar padat, SAM satu tahap dengan perkiraan jarak 150 kilometer (93 mil), dan Rudal 48N6E2 yang ditingkatkan dengan jangkauan yang dilaporkan 195 kilometer (121 mil).

S-400 juga dipersenjatai dengan varian yang ditingkatkan dari 48N6E2 dengan dugaan jangkauan 250 kilometer (160 mil). Sistem pertahanan udara juga dapat menembakkan dua Rudal tambahan, 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan masing-masing 40 km (25 mil) dan 120 km (75 mil). Sistem pertahanan udara S-300 yang ditingkatkan seperti Favorit S-300PMU-2… konon juga dapat menembakkan 9M96E dan 9M96E2.

Rudal yang paling mungkin digunakan dalam pengujian adalah 48N6DM / 48N6E3, varian yang ditingkatkan dari 48N6E2. 48N6DM / 48N6E3 dilaporkan dapat mencapai kecepatan tertinggi 4.800 meter per detik, yang merupakan kecepatan target yang sama dengan yang disebutkan dalam laporan media Rusia.

Rudal itu, dilengkapi dengan mesin bahan bakar padat, memajukan kepala homing semi-aktif, dan mampu menahan kekacauan dan gangguan yang intens, dimaksudkan untuk menggunakan Rudal balistik jarak menengah.

Sharing

Tinggalkan komentar