Sanggupkah Su-27SM3 dan Su-35 di Suriah Hadang F-16 Soufa dan F-15 Israel?


F-16 Soufa Israel (foto : Common Wikipedia)

Angkatan udara Suriah yang lemah sangat membutuhkan dukungan Rusia untuk dapat menghadapi lawan-lawan kuat seperti Israel.

Setelah serangan terbaru yang dilakukan oleh Angkatan Udara Israel di pinggiran kota Damaskus, ada analisa dari para ahli militer bahwa pesawat tempur Suriah perlu meluncurkan serangan terkoordinasi dengan rudal pertahanan udara.

Kombinasi antara pesawat tempur dan rudal anti pesawat akan membantu pertahanan lebih aktif daripada hanya diam menunggu datangnya serangan musuh.

Angkatan Udara Suriah tiada henti-hentinya mengalami berbagai serangan dan peperangan selama bertahun-tahun, menjadikan kekuatannya seperti habis-habisan.

Angkatan Udara Suriah saat ini hanya memiliki beberapa pesawat tempur MiG-29 seri awal yang masih beroperasi, kemampuan tempurnya sangat memprihatinkan bila harus dibandingkan dengan kekuatan udara modern Israel.

Selain MiG-29, Suriah juga masih memiliki MiG-23 dan MiG-21 usang yang masih bisa dioperasikan, sedangkan Su-22M4 hanya dapat berperan sebagai pesawat serang darat.

Angkatan Udara Suriah sangat membutuhkan pasokan darurat pesawat tempur dari sekutunya, Rusia agar bisa berkoordinasi dengan S-300PM.

Beberapa pesawat tempur yang dapat mendukung Suriah sudah beberapa tahun ditempatkan di pangkalan Hmeimim seperti Su-27SM3, Su-30SM dan Su- 35.

Rusia mungkin saja setuju untuk memberikan pesawat tempur modern ke Suriah meski itu masih harus dipertimbangkan, tetapi meskipun akan mendapat suntikan kekuatan pesawat tempur dari Rusia, Angkatan Udara Suriah kemungkinan masih akan kesulitan menghadapi Israel.

Meskipun Rusia mengklaim barisan pesawat tempurnya lebih unggul, namun belum bisa dibuktikan jika Su-27SM3 dan Su-35 dapat dengan mudah mengalahkan F-16I Sufa atau F-15I Israel.

Sharing

Tinggalkan komentar