Bulgaria Ingin AS Kurangi Harga F-16 Block 70


F-16 Angkatan Udara Portugal (foto : Wikipedia)

Menteri Pertahanan Bulgaria Krasimir Karakaczanow menyatakan, pihak AS harus mencoba mengurangi harga 8 pesawat tempur F-16 yang akan dibeli Bulgaria. Jet tempur canggih F-16 yang akan dibeli akan dijadikan dasar bagi modernisasi Angkatan Udara Bulgaria.

Pada akhir tahun 2018, Kementerian Pertahanan dan Ekonomi merilis hasil laporan tender pembelian pesawat tempur baru.

Yang pertama menurut laporan itu, tawaran pesawat tempur F-16 Block 70 Viper dari Lockheed Martin adalah pilihan yang paling tepat.

Namun menurut Menteri Pertahanan dan para ahli militer, harga penawaran dari Amerika Serikat lebih besar dari anggaran yang disetujui oleh parlemen untuk modernisasi Angkatan Udara yang ditetapkan sebesar 1,8 miliar lev (900 juta euro). Usulan tersebut masih dalam tahap rekonsiliasi dan belum diputuskan oleh pemerintah.

Laporan kedua, Kementerian mengusulkan bahwa parlemen harus menaikkan anggaran untuk pembelian dan modernisasi pesawat tempur, yang mendapatkan tentangan dari oposisi dari beberapa kekuatan politik dan opini publik.

Menurut banyak analis, harga F-16 yang diusulkan oleh Amerika Serikat terlalu tinggi dengan kemampuan keuangan Bulgaria. Menurut pemberitaan dari media, ada beberapa negara yang mendapatkan harga F-16 lebih murah dari Amerika Serikat.

Menurut Menteri Pertahanan, otoritas Bulgaria harus memulai negosiasi dengan Lockheed Martin mengenai pengurangan harga F-16. Karakacheanov percaya bahwa kesepakatan akan tercapai selama negosiasi.

Pada hari Rabu, dalam sebuah pernyataan, perusahaan Lockheed Martin telah menyatakan kesiapannya untuk menurunkan harga.

Pakar militer juga tidak puas dengan poin lain dari penawaran pesawat tempur AS. Batch pertama F-16 buatan Lockheed Martin tidak akan dapat dikirimkan dalam waktu dua tahun. Sementara disisi lain, pesaing AS yakni Grup Saab Swedia mengusulkan 10 unit pesawat tempur Gripen, bukan 8 Gripen dengan harga yang sama dan dapat dikirimkan dalam waktu satu setengah tahun.

Sayangnya proposal dari Swedia hanya mampu menyediakan pesawat tempur untuk misi Pemolisian Udara, sedangkan Bulgaria membutuhkan pesawat tempur yang harus bersiap untuk “operasi tempur berat”.

Sedangkan apabila Gripen ditingkatkan menjadi pesawat tempur multirole, hal itu akan menaikkan harganya – dan menteri Pertahanan percaya, Saab akan menolak saran itu.

Defence24

Sharing

Tinggalkan komentar