Dua Hornet Bekas Australia Dikirimkan ke Kanada Februari 2019


F-18 Hornet Australia (Foto : Wikipedia)

Pemerintah Kanada sebelumnya telah merencanakan untuk membeli 18 jet tempur Super Hornet baru dari raksasa kedirgantaraan Boeing AS untuk menambah armada CF-18 Angkatan Udara Kerajaan Kanada.

Namun karena pemberlakukan tarif hampir 300 persen terhadap pesawat Bombardier yang dijual di AS, Kanada membalasnya dengan membatalkan perjanjian pembelian 18 Super Hornet seharga lebih dari US$ 5 miliar.

Menteri Pertahanan Harjit Sajjan mengatakan jet tempur tambahan diperlukan karena Kanada tidak memiliki cukup pesawat tempur untuk ikut dalam misi bersama NATO serta melindungi Amerika Utara.

Kesepakatan pembelian pesawat tempur Hornet bekas dari Australia sudah final dan Angkatan Udara Kanada dapat mengoperasikannya pada bulan Juni 2019.

“Kanada telah menyelesaikan kesepakatan untuk membeli 25 jet tempur bekas dari Australia, batch pertama diharapkan akan beroperasi pada musim panas ini, “ kata Pejabat Tinggi Pengadaan di Departemen Pertahanan Nasional.

“Dua pesawat pertama akan tiba di Kanada pada musim semi ini,” kata Pat Finn, asisten Wakil Menteri untuk material di Kementerian Pertahanan kepada Postmedia dalam sebuah wawancara. Menurut Pat Finn, batch pertama sudah dapat dioperasikan pada musim panas dan sudah dicat dengan gambar maple leaf.

Batch kedua akan tiba akhir tahun 2019. Delapan belas dari pesawat tempur F-18 Australia pada akhirnya akan memperkuat Angkatan Udara Kanada, sedangkan tujuh unit lainnya akan digunakan untuk pengujian dan suku cadang.

Kanada membeli 25 unit pesawat tempur Hornet dari Australia sebesar US$ 500 juta, pembelian tersebut sudah termasuk peralatan dan perlengkapan sistem komunikasi khusus yang sesuai untuk Kanada, suku cadang tambahan, pembayaran untuk tim yang terlibat dalam pembelian dan pembangunan infrastruktur untuk menangani pesawat tempur F-18 Hornet.

Nationalpost