Su-35 di Tangan Pilot Mahir Bisa Sangat Berbahaya


Su-35 (foto : Wikipedia)

Pesawat tempur Su-35 “haus darah” melawan pesawat tempur pesaing, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keinginan Rusia yang ingin menggenjot ekspor pesawat tempur Su-35.

Meski sudah diproduksi sebanyak 100 unit Su-35, dimana 24 diantaranya sudah diekspor ke Tiongkok dan selebihnya digunakan oleh Angkatan Udara Rusia sendiri, namun jumlah tersebut masih terasa kecil bila dibandingkan dengan produksi dan ekspor Su-30 berbagai varian.

Digadang-gadang sebagai penerus pesawat tempur termodern Flanker Su-27, Su-35 masih belum menjumpai lawan-lawan di udara. Meski pernah melakukan misi pemboman di Suriah, Su-35 seperti pesawat tempur yang kesepian karena menghadapi kelompok ISIS yang tidak memiliki kekuatan udara.

Meski ada beberapa negara yang menyatakan ketertarikannya untuk membeli Su-35, namun hingga kini belum ada kepastian pembelian dari negara lain setelah China.

Su-35 sebenarnya sangat tepat sebagai pesawat tempur dengan kemampuan diatas pesawat tempur generasi 4 namun dibawah generasi 5 karena tiadanya fitur stealth.

Untuk negara – negara yang tidak mampu membeli pesawat generasi 5 ataupun tidak bisa membeli karena larangan dari negara produsen pesawat siluman, Su-35 adalah pesawat tempur yang bisa dijadikan pilihan.

Dengan kecanggihan pada sistem avionic (meski beberapa analis menilai masih lebih baik avionic buatan Barat dan Eropa), kekuatan mesin yang besar, sistem knalpot mesin yang fleksibel dan kemampuan menembakkan persenjataan terbaru buatan Rusia, Su-35 ditangan pilot yang mahir dapat membuat kesulitan bahkan pesawat tempur generasi lima F-35 buatan AS.

Tinggalkan komentar