Rudal Anti-Kapal China Patahkan Keunggulan BrahMos

Acara pemotongan baja fregat 054A/P pesanan Pakistan © Dafeng Cao via Twitter

JakartaGreater.com – Rudal anti-kapal baru China jadi pengubah permainan, karena mampu terbang dengan kecepatan tiga kali kecepatan suara, dapat mengikis keunggulan rudal utama yang telah dinikmati Angkatan Laut India dibandingkan Angkatan Laut Pakistan sejak tahun 2005, seperti dilansir dari laman Defence Update pada hari Kamis.

Varian ekspor dari rudal YJ-12, yang disebut CM-302, kemungkinan akan menjadi senjata utama di empat fregat baru China yang sedang dibangun untuk Angkatan Laut Pakistan di galangan kapal Hudong-Zhonghua, Shanghai.

CM-302 ini memiliki kecepatan supersonik dan jangkauan setara rudal anti-kapal BrahMos milik Angkatan Laut India, yang telah dikerahkan di beberapa fregat garis depan dan kapal perusak India.

Rudal jelajah anti-kapal supersonik CM-302 (kanan) buatan China © Defence Blog

Pejabat senior pertahanan yang memantau penjualan fregat generasi baru Type 054A China ke Pakistan mengatakan kepada NDTV bahwa fregat-fregat itu kemungkinan dipersenjatai dengan rudal anti-kapal CM-302, yang mereka identifikasi sebagai “ancaman terbaru” yang mewakili kemampuan Angkatan Laut Pakistan.

Tetapi para perwira itu mengatakan bahwa masih ada jalan panjang untuk rudal ini menjadi ancaman yang dapat dipercaya bagi Angkatan Laut India, karena Angkatan Laut Pakistan masih kekurangan sensor jarak jauh yang diperlukan menargetkan platform India sebelum rudal CM-302 dapat diluncurkan dengan kemampuan sebenarnya.

Memiliki data penargetan yang akurat, kemampuan pengawasan dan memiliki kemampuan untuk menembus lingkungan elektronik tandingan [Angkatan Laut India] yang padat adalah bagian dari matriks kompleks yang perlu diatasi oleh fregat baru Angkatan Laut Pakistan sebelum mereka dapat mencoba meluncurkan rudal.

Desain fregat 054A/P pesanan Pakistan © Nishikasai via Twitter

Namun, akuisisi rudal anti-kapal CM-302 di fregat baru buatan Tiongkok yang akan dilantik mulai tahun 2021 berarti kemampuan baru yang mematikan untuk Angkatan Laut Pakistan akan segera datang.

Menurut Global Security, sumber daya online terkemuka, ancaman nyata rudal YJ-12 atau CM-302 bukanlah jangkauannya tetapi kecepatannya. Ini dapat mencapai “Double Three” atau “Double Four”, yaitu jarak 300 km di Mach 3 (tiga kali kecepatan suara) atau rentang 400 km di kecepatan Mach 4.

Tidak pasti apakah SAM Jarak Jauh (LRSAM) Barak 8, yang digunakan pada kapal perusak Kolkata-Class terbaru India, memiliki kemampuan mencegat rudal dari kelas ini. Dan untuk menanggapi pertanyaan dari NDTV, perwira senior Angkatan Laut menolak mengomentari apakah sistem Barak 8 telah diuji coba terhadap setiap rudal anti-kapal supersonik, apalagi rudal yang terbang lebih cepat dari Mach 2 seperti CM-302.

Fregat 054A/P pesanan Pakistan dilengkapi radar 3D Multifungsi SR2410C © Twitter

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh War on The Rocks, Robert Haddick, kontraktor independen di Komando Operasi Khusus (SOCOM) AS, mengatakan bahwa rudal anti-kapal supersonik YJ-12 adalah rudal anti-kapal paling berbahaya yang diproduksi China.

Menurut Haddick, kedatangan YJ-12 adalah satu lagi indikasi bagaimana Angkatan Laut AS semakin tertinggal dalam hal kompetisi rudal melawan China, memperlihatkan kelemahan dalam konsep operasi yang diandalkan oleh para komandan dan pembuat kebijakan sekutu dan AS selama bertahun-tahun.

Kabar tentang kemungkinan akuisisi Pakistan atas rudal supersonik YJ-12/CM-302 muncul di twitter akhir bulan lalu ketika China State Shipbuilding Corporation menyelenggarakan upacara pemotongan baja untuk fregat kedua dari empat unit fregat 054A/P yang dipesan Angkatan Laut Pakistan.

Gambar digital dalam twitter diatas memamerkan rudal supersonik CM-302 yang dipasang pada peluncur fregat Type 054A Pakistan. Tidak jelas apakah gambar digital terperinci ini bersumber dari rilis resmi atau merupakan karya analis angkatan laut.

Kemungkinan akuisisi Pakistan terhadap rudal CM-302 ini datang di tengah laporan bahwa pemerintah India sedang mempertimbangkan penjualan rudal jelajah supersonik BrahMos ke Indonesia. Rudal yang dikembangkan bersama dengan Rusia, BrahMoS bisa menyerang target sejauh 400 km dengan laju hampir tiga kali lipat kecepatan suara.

Tinggalkan komentar