China Menyelesaikan Uji Coba Sistem Rudal S-400 Triumf

Uji peluncuran sistem rudal S-400 Rusia © Kemhan Rusia

JakartaGreater.com – Pasukan Roket PLA (PLARF), telah melakukan uji tembak langsung kedua dari serangkaian resimen pertama sistem pertahanan udara S-400 Triumf berbasis darat buatan Rusia (NATO menyebutnya SA-21 Growler) dan telah menyelesaikan uji coba pengguna pada akhir Desember 2018, seperti dilansir dari laman The Diplomat pada hari Kamis.

“Uji coba penembakan kedua S-400 itu dilakukan pada Desember tahun lalu di sebuah lapangan tembak di China”, menurut sumber industri pertahanan Rusia yang dikutip oleh kantor berita TASS pada 10 Januari. “Rudal 48N6E ditembak dari peluncur sistem, menghantam target aerodinamis [mensimulasikan sebuah pesawat] terbang dengan kecepatan lebih dari 600 meter/detik atau sekitar 1.7 Mach”.

Target itu dilaporkan dicegat pada jarak 250 kilometer (155 mil) yang menunjukkan bahwa PLARF telah dilengkapi dengan varian yang upgrade dari rudal 48N6E dan 48N6E2, yang ditunjuk sebagai 48N6DM atau 48N6E3. Seri rudal 48N6 dimaksudkan untuk melibatkan rudal balistik jarak menengah dalam fase terminal mereka.

Dibanding dengan S-300 pendahulunya, sistem pertahanan udara S-400 memiliki sistem radar yang ditingkatkan dan perangkat lunak yang diperbarui. Konon dapat menembakkan empat jenis rudal permukaan-ke-udara (SAM) selain 48N6E yang juga digunakan di S-300, lewat tabung peluncur vertikal, berbahan bakar padat, SAM satu tahap ini dengan perkiraan jarak 150 kilometer (93 mil), dan rudal 48N6E2 yang ditingkatkan dengan jangkauan yang dilaporkan 195 kilometer (121 mil).

Sistem rudal pertahanan udara mutakhir, S-400 Triumf © Sergei Malgavko via TASS

Sistem S-400 Triumf juga dipersenjatai dengan varian upgrade dari 48N6E2 dengan dugaan jangkauan 250 kilometer (160 mil). Sistem pertahanan udara juga dapat menembakkan dua rudal tambahan, yakni rudal 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan masing-masing 40 km (25 mil) dan 120 km (75 mil). Sistem pertahanan udara S-300 upgrade seperti S-300PMU-2 Favorit, konon juga dapat menembakkan rudal 9M96E dan 9M96E2.

Tes penembakan pertama dari sistem pertahanan udara S-400 di China terjadi di lokasi yang dirahasiakan pada bulan November. Menurut sumber industri pertahanan Rusia, uji sukses kedua juga menandai berakhirnya uji coba oleh pengguna terhadap sistem senjata baru.

“Program uji coba S-400 di China telah selesai; tidak ada uji coba peluncuran yang sedang direncanakan saat ini”, menurut laporan The Diplomat.

PLARF sedang dalam proses pembentukan 2 (dua) resimen S-400 untuk sekitar $ 3 miliar. Pengiriman set resimen kedua diharapkan diselesaikan pada akhir 2018. Resimen kedua ini juga diharapkan dilengkapi dengan rudal pencegat paling canggih untuk S-400 versi ekspor, yakni rudal 40N6E, yang mampu mencegat target pada jarak jauh hingga 400 kilometer.

Sharing

Tinggalkan komentar