China: Laporan Pentagon Mengabaikan Fakta Serta Bias - JakartaGreater

China: Laporan Pentagon Mengabaikan Fakta Serta Bias

Pentagon, gedung Departemen Pertahanan AS © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kementerian Luar Negeri China pada hari Rabu “mengecam” sebuah laporan yang dirilis oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA) yang ada di bawah Departemen Pertahanan AS, mengatakan bahwa AS “tidak profesional, bermusuhan dan bias” terhadap pengembangan militer China, seperti dilansir dari laman Global Times.

“Laporan itu, terlepas dari fakta, membuat asumsi pada jalur pembangunan dan tujuan strategis China menggunakan mentalitas Perang Dingin dan permainan zero-sum”, kata Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam konferensi pers rutin pada hari Rabu, 16 Januari.

Perkembangan China di bidang militer dengan cepat menutup kesenjangan dengan AS dan sekutunya dan pertanyaan Taiwan mungkin akan menguji status quo segera, tulis laporan yang secara komprehensif mencakup pengembangan militer China di hampir setiap aspek, yang dirilis pada hari Selasa oleh direktorat intelijen Pentagon.

“Karena (kekuatan militer China) terus tumbuh dalam kekuatan dan kepercayaan diri, para pemimpin negara kita akan menghadapi desakan China untuk memiliki suara yang lebih besar dalam interaksi global, yang kadang-kadang mungkin juga bertentangan dengan kepentingan AS”, tulis Letjend Robert Ashley, direktur DIA, dalam laporan.

Liaoning, kapal induk pertama Angkatan Laut PLA © Baycrest via Wikimedia Commons

Hua mengatakan bahwa China dengan tegas menentang laporan itu, yang “sangat-sangat tak profesional dan berisi tuduhan yang tidak masuk akal”.

“China mendesak militer AS untuk secara wajar dan obyektif memperlakukan pembangunan militer China, saling menjaga hubungan militer antara kedua negar,,” kata Hua pada konferensi pers.

Laporan DIA juga mengatakan bahwa “Minat lama Beijing ini akhirnya memaksa reunifikasi Taiwan dengan daratan China dan menghalangi upaya-upaya Taiwan untuk menyatakan kemerdekaan telah menjadi pendorong utama modernisasi militer China”.

Hua menekankan bahwa pertanyaan Taiwan adalah masalah internal Tiongkok, dan China mendesak supaya AS sungguh-sungguh dapat mematuhi kebijakan satu-China dan menjaga perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan.

Selat Taiwan. (wikipedia; https://en.wikipedia.org/wiki/Taiwan_Strait#/media/File:Taiwan_Strait.png)

Pakar militer China yang bermarkas di Beijing yang meminta untuk tak disebutkan namanya mengatakan kepada Global Times pada hari Rabu bahwa “jika ada orang yang tidak percaya perdamaian dunia kini menghadapi tantangan persaingan kekuatan besar, cukup baca sikap AS dalam laporan ini”.

“AS masih memperlakukan perkembangan militer China sebagai ancaman dan curiga dengan niat China untuk mengembangkan pasukannya, tetapi fakta-fakta dalam beberapa tahun terakhir telah membuktikan bahwa Tiongkok tak pernah menggunakan konflik militer untuk menyelesaikan perselisihan dengan negara lain, sementara AS meluncurkan intervensi militer lagi dan lagi”, katanya.

Laporan DIA juga mengatakan bahwa “China secara rutin mengadopsi platform terbaik dan paling efektif yang ditemukan pada militer asing melalui pembelian langsung, retrofit, atau pencurian kekayaan intelektual dan bahwa PLA juga berperan dalam pencurian cyber”.

Masalah lain dari laporan ini adalah bahwa AS tidak mau mengakui perkembangan militer China tersebut dicapai oleh kerja keras dan kebijaksanaan rakyat China sendiri, kata pakar anonim itu.

“Barat tidak memberikan kesempatan kepada China untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan militer Barat. Mulai dari senjata nuklir hingga kapal induk, semua program besar Tiongkok ini semuanya diselesaikan di bawah sanksi atau penahanan oleh AS dan sekutunya”, sebut pakar itu.

Melanjutkan bahwa tanpa penelitian dan eksplorasi yang sukses, tidak ada seseorang dapat menyelesaikan program yang sangat rumit dan raksasa ini dengan mencuri data dari negara yang lain.

Tinggalkan komentar