Siapa Lagi yang Tertarik Beli J-10B?


Pesawat tempur ringan multirole J-10B (foto:NDTV)

JakartaGreater.com – Ada peluang pasar yang cukup besar bagi pesawat tempur J-10B China. Kini dikabarkan ada tiga negara yang tertarik untuk memiliki J-10.

Negara pertama yang berminat adalah Pakistan, tetapi belum ada perjanjian resmi dengan China yang ditandatangani. Dua negara lain yang tertarik adalah Laos dan Bangladesh. Kedua negara bisa memesan 2 skuadron (24 pesawat). Jika informasi ini benar, peluang untuk menjual J-10 ke negara lainnya semakin terbuka lebar.

Laos dan Bangladesh kini berniat memodernisasi Angkatan Udaranya secara bertahap. Laos sudah menghentikan operasional MiG-21 tua buatan Rusia, sehingga tidak memiliki kekuatan udara, dan baru saja menerima empat pesawat latih Yak-130. Sedangkan Bangladesh dilengkapi 37 pesawat tempur tempur Chengdu F-7 dan 8 MiG-29 dan sedang dalam tahap pembelian 8 pesawat tempur Su-30SME.

J-10B (kode NATO “Firebird”) adalah pesawat tempur multi-peran Tiongkok yang diklasifikasikan sebagai generasi 4+. J-10B dirancang dengan sayap sistem delta, dengan lambung dan sayap yang terbuat dari bahan komposit, memungkinkannya memiliki tenaga besar dengan bobot lebih ringan, peningkatan kemampuan manuver dan dikombinasikan dengan aerodinamis canggih.

J-10B menggunakan sistem kontrol Fly-by-Wire (FBW) empat saluran dengan rancangan kabin full glass cockpit. Dilengkapi radar Doppler pulse memungkinkan J-10B untuk melacak 10 target pada jarak 100 km, dan mengeksekusi empat target potensial secara bersamaan.

J-10 memiliki 11 titik cantelan eksternal untuk persenjataan dan tangki bahan bakar tambahan. J-10B dapat dilengkapi dengan rudal udara ke udara penjejak infra merah jarak pendek PL-8 (versi Python Israel), dan rudal jarak menengah PL-12.

Untuk kemampuan serangan terhadap target darat, J-10B dapat dipersenjatai dengan roket dan rudal berpandu laser, atau bom free fall. Sebuah meriam single-barrel 23 mm juga dipasang secara permanen.

Dengan segala kelebihannya, J-10B mampu bersaing dengan pesawat tempur canggih generasi 4 lainnya seperti F-16, Typhoon, Rafale dan JAS-39 Gripen.

Defence24