Angkatan Laut Rusia Tembak Jatuh UAV RQ-11B buatan AS di Krimea?

JakartaGreater.com – Media Rusia, baru saja merilis video kapal perang Angkatan Laut Rusia yang menembak jatuh sebuah UAV, yang mirip dengan RQ-11B buatan Amerika Serikat di dekat Krimea, seperti dilansir dari Bao Dat Viet pada hari Jumat.

Angkatan Laut Rusia menyatakan bahwa, saat bertugas di perairan lepas Krimea, kapal perang telah menemukan kendaraan udara tak berawak (UAV) yang sangat mirip dengan RQ-11B buatan Amerika Serikat yang telah dijual ke Ukraina sebagai pelanggaran wilayah udara Rusia.

Segera, perintah penembakan dikeluarkan dan UAV dengan cepat dikalahkan oleh CIWS di kapal tanpa menggunakan roket. Sementara itu Ukraina belum membuat pernyataan resmi tentang informasi dan gambar yang diterbitkan oleh Rusia.

Jika target yang ditembak jatuh benar-benar adalah RQ-11B, maka ini setidaknya sejauh ini untuk kedua kalinya sejak akhir 2017, UAV yang diproduksi Amerika ini ditembak jatuh saat melakukan misi pengintaian.

Sejauh ini, total sebanyak 72 unit UAV RQ-11B telah ditransfer ke Ukraina oleh AS dalam kerangka bantuan militer antar kedua negara. Namun, segera setelah UAV yang canggih ini diterima, Ukraina mulai mengeluhkan tentang kualitas termasuk efektivitasnya saat beroperasi.

Drone Buatan Amerika Serikat Kecewakan Ukraina

Pesawat nirawak bernilai jutaan dolar dari Amerika Serikat – yang diharapkan Kiev mampu membantu menang dalam pertempuran melawan pemberontak – ternyata tidak dapat melawan peretasan, kata pejabat Ukraina.

Sebanyak 72 pesawat nirawak RQ-11B Raven Analog sangat mengecewakan bagi mereka. Bahkan, Natan Chazin, penasihat militer Ukraina, berniat mengembalikan perangkat itu jika menjadi pengambil keputusan.

“Sejak awal, keputusan menggunakan pesawat nirawak sudah salah”, kata Chazin kepada Reuters.

Raven adalah salah satu bantuan terkini dari Amerika Serikat untuk Ukraina guna memberi Kiev kemampuan mengawasi musuh dengan pesawat tanpa awak ringan, dapat dijinjing dan bisa digunakan secara langsung di medan pertempuran.

Raven dibuat oleh AeroVironment.

Namun, Raven gagal menjalankan tugasnya dengan baik dalam perang pemerintah dengan pemberontak dukungan Rusia.

Menurut Chazin, sebagian besar UAV kiriman AS itu disimpan dalam penyimpanan karena kelemahan dalam operasi yang membuat musuh mengetahui posisi militer tentara Ukraina, dan itu mudah dihancurkan.

Selain itu, RQ-11B Raven Analog hanya berfungsi singkat dan tak bisa diandalkan untuk melakukan tugas pengumpulan intelijen pasukan separatis. Perwakilan dari Angkatan Udara Ukraina mengkonfirmasi bahwa RQ-11B Analog memiliki kelemahan besar karena mudah ditembak jatuh serta mengganggu sistem kontrol.

Untuk kenyataan ini, James Lewis, direktur program teknologi strategis di Pusat Studi Strategis dan Internasional, CSIS) mengatakan bahwa “RQ-11B Analog itu pada dasarnya membawa Anda kembali ke Zaman Batu”.

Bantuan pesawat nirawak kecil itu merupakan bagian dari bantuan seniai lebih dari 600 juta dolar AS dalam bentuk pelatihan dan peralatan, yang diberikan Amerika Serikat kepada Ukraina. Kiev memperkirakan program Raven bernilai lebih dari 12 juta dolar AS.

Leave a Reply