Korea Selatan: Penempatan Pasukan AS Tidak Pengaruhi Denuklirisasi

Korea Selatan mengatakan bahwa jika perdamaian dicapai dengan Korea Utara, penempatan pasukan Amerika Serikat (AS) di Seoul tidak akan memengaruhi kemajuan yang dibuat dengan Pyongyang mengenai denuklirisasi.

Pernyataan untuk tersebut datang setelah kepala Pasukan Korea AS (USFK) Jenderal Robert Abrams mengatakan pasukan Amerika akan tinggal di Korea Selatan “sampai perjanjian damai disimpulkan dengan Korea Utara,” menurut The Chosunilbo.

“Sampai ada perjanjian damai, karena kami masih tetap dalam keadaan gencatan senjata, penghentian permusuhan, sampai saat itu ada perjanjian damai antara semua pihak,” kata Abrams kepada Komite Senat AS untuk Layanan Bersenjata.

Namun, kantor berita Korea, Yonhap, mengatakan Departemen Pertahanan AS “menegaskan kembali bahwa masalah kehadiran pasukan Amerika di Korea Selatan tidak secara langsung terkait dengan pembicaraan denuklirisasi antara Washington dan Pyongyang”.

“Ini menyampaikan pesan baru-baru ini kepada Kementrian Pertahanan Nasional Seoul di tengah kontroversi mengenai pernyataan Kepala Pasukan Korea (USFK) AS Jenderal Robert Abrams,” kata kantor berita itu.

Hal ini berkaitan kekhawatiran Seoul tentang masa depan USFK dalam hal denuklirisasi dan pembentukan mekanisme perdamaian untuk menggantikan Perjanjian Gencatan Senjata.

“[Pentagon] telah mengatakan bahwa masalah USFK tidak ada hubungannya dengan dialog denuklirisasi,” Yonhap mengutip seorang pejabat Seoul.

Seoul mempertahankan keberadaan USFK sebagai “masalah aliansi” yang harus diputuskan melalui dialog terpisah antara Seoul dan Washington.

“Juga dikatakan bahwa belum ada diskusi atau rencana tentang penarikan USFK atau pengurangan pasukan sehubungan dengan penandatanganan perjanjian damai,” pejabat itu menambahkan.

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dijadwalkan bertemu untuk KTT kedua di Vietnam pada 27 – 28 Februari, di mana Amerika akan mendorong untuk denuklirisasi semenanjung Korea sementara Pyongyang akan mengusahakan pencabutan sanksi.

Sumber: Anadolu Agency

Sharing

Tinggalkan komentar