Angkatan Laut AS Ingin Coyote Sebagai Simulasi Rudal Kalibr

JakartaGreater.com – Northrop Grumman Innovation Systems (sebelumnya Orbital Sciences atau Orbital ATK) telah dikontrak oleh Naval Air Systems Command atau NAVAIR untuk mempelajari integrasi sistem sekam atau chaff yang bisa digunakan ke dalam kendaraan target supersonik GQM-163A Coyote, seperti dilansir dari laman IHS Jane pada hari Selasa.

Modifikasi ini dimaksudkan untuk mendukung persaingan ancaman rudal supersonik multistage, seperti Novator 3M54 Kalibr (Klub untuk varian ekspor), dimana NATO menyebutnya SS-N-27A Sizzler, pada titik di mana pada tahap bus kendaraan dan tahap terminal supersonik terpisah. Pertimbangan modifikasi kit sekam mengikuti pembatalan pengembangan target MSST sebelumnya pada tahun 2015.

GQM-163 Coyote merupakan target sea skimming supersonik yang dibangun oleh Orbital Sciences (sekarang Northrop Grumman Innovation Systems) dan digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (USN, US Navy) sebagai ganti MQM-8 Vandal.

Peluncuran rudal jelajah Kalibr dari korvet Buyan-Class, Grad Slavyazhsk © South Front

Proposal Orbital dipilih atas MA-31, sebuah usaha patungan antara perusahaan Boeing (AS) dan Zvezda-Strela (Rusia). Orbital Sciences dianugerahi kontrak guna pengembangan Coyote SSST pada bulan Juni 2000.

Coyote awalnya didukung oleh booster Hercules MK-70, dengan desain yang mirip dengan yang digunakan oleh rudal RIM-67 Standar ER yang sudah usang. Setelah tahap pendorong dikeluarkan, rudal beralih ke mesin roket atau ramjet Aerojet MARC-R-282 berbahan bakar padat untuk mempertahankan penerbangannya.

Sebagai Target Sea Skimming Supersonik dengan kesetiaan tinggi untuk memenuhi persyaratan simulasi ancaman rudal jelajah anti-kapal, GQM-163A dengan booster Hercules MK-70 mampu untuk mempercepat peluncuran dan mencapai kecepatan supersonik.

Tinggalkan komentar