35 Tahun Sejak Dicetuskan, Tejas Mark I Kini “Membeku”

JakartaGreater.com – 35 tahun setelah dicetuskannya program Jet Tempur Ringan (LCA) India, Badan Pengembangan Aeronautika (ADA) pada akhirnya membekukan desain jet tempur Tejas Mark I dengan gambar-gambar pesawat yang diajukan 31 Desember dan sertifikat kesiapan tempur diperoleh dari Pusat Kelayakan Udara dan Sertifikasi Militer (CEMILAC) di bawah Organisasi Pengembangan Penelitian Pertahanan (DRDO), seperti dilansir dari laman Hindustan Times pada hari Sabtu.

Dalam sebuah wawancara, Girish Deodhare, Direktur Pesawat Tempur dan ADA, mengatakan bahwa Tejas pertama dalam konfigurasi operasional akhir (FOC) akan dikirimkan ke Angkatan Udara India (IAF) pada bulan September dan 15 pesawat tempur lain akan dikirim dalam 20 bulan.

Pengiriman akan lebih cepat setelah Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) memutuskan untuk melakukan outsourcing sub-perakitan pesawat kepada perusahaan swasta seperti Larsen & Toubro (L&T).

Jet tempur Tejas melaksanakan pengujian “Air Refueling” © Business Standard

FOC Tejas akan memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara, dipersenjatai rudal diluar jangkauan visual Derby buatan Israel yang memiliki jangkauan 12-40 km, sudut serangan tinggi dengan kemampuan mencocokkan pejuang terbaik dikelas ringan dalam kategori generasi 4 hingga 4,5.

Dari pesanan awal IAF untuk 40 pejuang, Deodhare mengatakan HAL, Bengaluru telah mengirim 12 pejuang dalam konfigurasi operasional awal (IOC) siap-tempur, dengan 4 pejuang berikutnya yang akan dikirim bulan depan. 8 pesawat tersisa akan berada dalam konfigurasi trainer berkursi tandem, yang itu akan mengikuti pejuang FOC dan juga dilengkapi dengan pengisian bahan bakar diudara.

Pesanan IAF yang sedang dinegosiasikan untuk 83 platform lainnya adalah Tejas Mark IA, yang akan dilengkapi dengan radar array dipindai secara elektronik aktif (AESA) yang dikembangkan secara domestik atau menggunakan radar ELTA dari Israel, dalam ikatan dengan HAL. ADA, ungkap Deodhare, sedang menguji radar AESA yang dikembangkan secara mandiri pada Tejas Mark I.

Rudal udara-ke-udara BVR Derby alias Alto (paling kanan) buatan Rafael, Israel yang memili jangkauan 12-40 km © AICK

Deodhare mengakui bahwa ada penundaan dalam program Tejas karena proyeksi waktu yang optimis oleh para perancang, pengembang dan produsennya, dan dia menambahkan bahwa Tejas Mark II akan menjadi “jet tempur medium lanjutan” bermesin ganda (AMCA) dengan mesin GE-414 yang lebih tangguh dibandingkan dengan mesin GE 404 pada Tejas Mark I.

Jet tempur bermesin ganda tersebut nantinya juga akan memiliki varian angkatan laut. Pengembangan Tejas Mark II (AMCA) telah mendapatkan “lampu hijau” dari menteri pertahanan dan diajukan ke Komite Keamanan Kabinet (CCS) agar dapat persetujuan keuangan penuh untuk biaya pengembangan.

Mesin turbofan GE-F404 buatan General Electric, AS © Jeremie M. Yoder via Wikimedia Commons

Meskipun FOC Tejas akan mengalami beberapa “penyimpangan” dari persyaratan kualitatif staf udara, 1985, pesawat tempur itu tidak akan kehilangan kemampuan tempurnya dan secara optimal akan melakukan tugas mempertahankan pangkalan udara dibawah serangan dan perbatasan India.

Sementara, waktu penyelesaian Tejas Mark I tinggi karena perancang fokus pada pengembangan pesawat, terutama untuk pemeliharaan dan perbaikan.