Pakistan Klaim “Tembak” Jet Tempur India dengan JF-17

JF-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan menembakkan rudal anti-radiasi MAR-1 dengan jangkauan 100 km © www.PAFwallpapers.com

JakartaGreater.com – Situs blog pertahanan mengutip sumber-sumber militer Pakistan mengatakan bahwa Angkatan Udara Pakistan telah menggunakan jet tempur JF-17 untuk menembak jatuh pesawat India pada tanggal 27 Februari, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet pada hari Kamis.

Segera setelah pesawat India melintasi Line of Control (LOC) atau garis pemisah India dan Pakistan saat ini di Kashmir, pesawat tempur JF-17 segera muncul dan melakukan tugas tersebut.

Meskipun tidak mengungkapkan bahwa JF-17 menggunakan senjatanya untuk mencegat pesawat pencegat India, Angkatan Udara Pakistan mengklaim telah menembak jatuh baik helikopter Mi-17 dan MiG-21 Angkatan Udara India.

Untuk membuktikan pernyataannya, Pakistan juga menerbitkan foto bangkai pesawat dan pilot India yang tertangkap.

dok. MiG-21 India. ( Sheeju via commons.wikimedia)

Kemenangan JF-17 Thunder dalam konfrontasi dengan MiG-21 Bison tidaklah begitu sulit untuk dipahami karena pejuang Angkatan Udara India diproduksi di era Soviet sedangkan JF-17 adalah pesawat yang layak.

JF-17 Thunder baru, dikembangkan oleh China dan Pakistan yang awalnya mendapatkan dukungan teknologi dari Amerika Serikat. Secara khusus, JF-17 dibangun oleh Chengdu Aircraft Industry Group (CAIG). Desain JF-17 adalah kombinasi MiG-21 dan F-16.

Pada tahun 1979-1992 Pakistan adalah salah satu negara utama yang mendukung Amerika Serikat melawan pemerintah Demokrat Afghanistan yang didukung oleh pasukan Soviet, sehingga Amerika Serikat siap mendukung Pakistan dalam bidang militer.

Untuk memerangi penyebaran jet tempur ringan MiG-29 era Soviet, yang digunakan oleh India, Pakistan juga berupaya mengembangkan pesawat jenis baru. Hal ini menyebabkan munculnya proyek Sabre II, versi perbaikan J-7, yang dilakukan oleh CAC dan Grumman.

Jet tempur MiG-29 Angkatan Udara India

Dibandingkan dengan J-7 China, pesawat proyek Sabre memiliki tubuh yang lebih panjang, saklar kontrol diganti dan posisi serta ukuran intake engine juga berubah. Dengan hanya meningkatkan fitur-fitur ini, pejuang proyek Sabre II tidak dapat mencapai kinerja yang diharapkan dan benar-benar kalah dari MiG-29. Jadi proyek Sabre II harus dihentikan.

Meski tidak berhasil, tetapi kemudian 3 negara Amerika, Pakistan dan China terus bekerja sama. Pada 1980-an proyek Super 7 secara resmi pun diluncurkan. Kali ini ukuran sayap diperluas dan dirancang mirip dengan F-16, selain fitur aerodinamis yang ditingkatkan.

Namun, peristiwa yang terjadi pada Juni 1989 memaksa produsen pesawat AS, Grumman meninggalkan proyek Super 7. Proyek itu kemudian dibekukan selama 10 tahun, namun negosiasi antara China dan Pakistan terus berlangsung.

Pada tahun 1998, China dan Pakistan memutuskan untuk memulihkan lagi proyek Super 7. Biaya untuk membuat pesawat dibagi rata antara Pakistan dan China dan akhirnya pesawat tempur diganti namanya menjadi JF-17 (Pakistan) dan FC-1 (China). Yang asli dilengkapi dengan mesin RD-93 yang dikembangkan oleh Rusia.

*catatan: Jenis pesawat tempur Pakistan yang duel melawan MiG-21 India masih tanda tanya, apakah JF-17 atau F-16. Sebagian media dan Analis mengatakan F-16. Namun ada juga yang menyakini JF-17. Puing pesawat Pakistan yang jatuh diyakini di wilayah kekuasaan Pakistan.

Sharing

Tinggalkan komentar