CSS, Perusahaan Patungan India-Israel Perkenalkan WanderB

The WanderB UAS is intended for covert operations and can operate within a 50-km range. © Cyient Solutions and Systems

JakartaGreater.com – Cyient Solutions and Systems (CSS), usaha patungan yang berbasis di Hyderabad, dengan kepemilikan saham sebesar 51-49 persen, antara Cyient India dan Blue Bird Israel, diluncurkan pada Aero India di Bangalore sebuah sistem udara nirawak (UAS) mini berkemampuan VTOL, WanderB.

UAS ini mencakup jarak yang lebih jauh daripada SpyLite, sudah dikirim ke tentara pada bulan November. VTOL yang memiliki baterai ekstra untuk memastikan operasi jarak jauh dalam konflik berintensitas rendah yang ditangani oleh paramiliter, Sanjay Sharma, wakil presiden dan kepala bisnis CSS, mengatakan kepada AIN Online.

WanderB secara khusus dioptimalkan untuk operasi rahasia, “over-the-hill”, mendukung intelijen siang dan malam, pengawasan dan misi pengintaian (ISR), menurut Sharma. Ini memiliki ketersediaan operasional 2,5 jam dan jangkauan misi 50 km (dapat diperpanjang hingga 80 km).

Tentara India memilih mini UAS CSS SpyLite untuk pengawasan udara ketinggian tinggi tahun lalu. Menurut CSS, SpyLite adalah satu-satunya diantara 4 penawar yang memenuhi persyaratan pengguna akhir untuk melakukan pengawasan real-time dan akuisisi target pada ketinggian sangat tinggi dan dalam kondisi cuaca ekstrem hingga minus 20 derajat Celcius.

Mini UAS SpyLite buatan CSS dengan jangkauan operasional hingga 80 km © Cyient Solutions and Systems

India diperkirakan akan menghabiskan hingga $ 750 juta untuk pembelian UAS dalam beberapa tahun ke depan. Sementara inventori militer Searcher dan Heron buatan Israel saat ini efektif, UAS itu bukan hanya berharga mahal namun itu juga butuh infrastruktur operasional yang besar dan sumber daya tenaga kerja, keduanya dengan harga premium.

“Kami melihat keunggulan dalam hal taktis dan bukan medium-altitude long-endurance (MALE). Kami tak membutuhkan landasan pacu dan memiliki program otonom”, tambah Sharma.

CSS juga dikabarkan dalam diskusi dengan Angkatan Laut dan Penjaga Pantai India untuk ThunderB 32Kg dengan daya tahan selama 24 jam dan jangkauan operasional hingga 150 km. Spesifikasi rancangan diharapkan akan diluncurkan pada bulan Maret.

Angkatan Darat juga melihatnya dalam jumlah besar. ThunderB VTOL dual-hybrid mampu lepas landas secara vertikal dari ground clearing yang sangat kecil atau dari kapal laut kecil dengan menggunakan motor listrik quad vertikal, dengan transisi ke level penerbangan yang ditenagai oleh mesin injeksi bahan bakar horizontal yang tahan lama, serta transisi kembali ke pendaratan vertikal yang tepat setelah menyelesaikan misi operasionalnya.

The ThunderB is a small sized tactical UAV (32Kg, 4m wing-span), with an unprecedented endurance of up to 24 hours and an extended control range of up to 150 km based on its advanced digital communication technology.© Cyient Solutions and Systems

ThundeB VTOL diklaim membutuhkan jejak logistik yang jauh lebih kecil daripada saat menggunakan peluncuran dan sistem pemulihan standar. Kemampuan ini dicapai dengan menambahkan kit VTOL yang terdiri dari dua boom, dengan empat motor listrik vertikal, yang terhubung di bawah sayap ThunderB.

Sementara itu, mini UAS MicroB 2 kg generasi baru berguna untuk konvoi saat bepergian, mendorong amplop di ceruk Micro-UAS dengan memberikan daya tahan hingga 2,5 jam, dan komunikasi canggih yang mampu mengendalikan MicroB hingga jarak 10 Km, juga menyediakan relai data udara dan melakukan “Hot Swap” saat mentransmisikan citra dengan kualitas HD.

The MicroB UAV is a portable, air pressure launched (hand-held, light-weight pneumatic launcher), electrically powered surveillance and reconnaissance UAV, offering rapid deployment anytime, anywhere, even in restricted urban areas. © Cyient Solutions and Systems

Rencana untuk memproduksi sebagian SpyLite dan WanderB diharapkan pada bulan April tahun depan. Menurut Sharma, tahap pertama dari proyek yang mencakup integrasi sistem Spylite di India telah selesai. Fase kedua meliputi “transfer teknologi ” untuk pembuatan seluruh sistem dari fasilitas kami di Hyderabad, India.

Itu juga akan dilakukan secara bertahap. Perusahaan juga telah mengidentifikasi pemasok untuk parasut, peluncur, struktur dan kontrol. Pelatihan juga telah dilakukan untuk tujuh personel militer di Israel yang pada gilirannya akan melatih lebih banyak di India. “Kami akan memiliki setidaknya 60 persen cakupan meski pemerintah India menetapkan hanya 50 persen saja”, kata Sharma.