Rusia Terima Su-27SM3 Terakhir

Su-27SM3 (foto:Wix.com)

JakartaGreater.com – Pabrikan Sukhoi di Komsomolsk-upon-Amur (KAZ) telah menyelesaikan pengiriman terakhir Su-27SM3 kepada Kementerian Pertahanan Rusia.

Proyek peremajaan dan pemutakhiran varian “klasik” Su-27 menjadi Su-27SM3 sudah dimulai pada awal tahun 2000-an. Sejak saat itu pabrikan Sukhoi telah memasok Rusia dengan jumlah pesawat yang cukup untuk melengkapi dua skuadron udara.

Pengiriman ini merupakan pesanan batch 10 unit terakhir, dimana empat Su-27SM3 sudah dikirimkan pada 2017 dan enam pada tahun 2018.

Pertama kali diterbangkan pada tahun 2008, Su-27 SM3 mewakili versi “Flanker” yang gagal diekspor ke China dan dihidupkan kembali untuk menjga kelangsungan hidup pabrikan KAZ (kemudian dikenal sebagai KnAAPO).

Pada tahun 2015, Rusia hanya memesan 10 pesawat tempur Su-27P untuk menjalani peningkatan. Empat Su-27SM3 sudah kembali beroperasi pada tahun 2017, dan sisanya diserahkan pada tahun 2018.

Tampaknya Rusia sudah tidak berminat pada program peningkatan Su-27P. Keseluruhan 22 unit Su-27SM3 yang diterima berdasarkan kontrak pada tahun 2009 dan 2015.

Secara kasat mata, perbedaan Su-27 versi SM3 degan Su-27 klasik dapat dilihat pada tambahan antena radio di belakang kanopi. Pada ujung sayapnya juga dapat membawa perangkat peperangan elektronik ECM SAP-518 Khibiny.

Sekitar 80 persen dari peralatan misi telah mengalami perubahan. MFD empat layar full glass menggantikan 13 instrumen model lawas di kokpit.

Selain itu pencangkokan teknologi ke dalam radar N-001V dan sistem pengendalian tembakan SUV-27 memungkinkan penggunaan rudal udara-ke-udara jarak menengah RVV-SD. Ditambah dengan sistem datalink yang aman untuk pertukaran informasi antara pos komando dan formasi pesawat tempur. Peningkatan tersebut meningkatkan efisiensi pesawat tempur terhadap target udara sebanyak dua hingga tiga kali.

Sementara Flanker klasik hanyalah pesawat tempur intersep dan superioritas udara, Su-27SM3 adalah pesawat tempur multirole, mampu menyasar target udara dan target darat.

Tinggalkan komentar