Di Usia Ke-25, Hawk TUDM Tetap Mematikan

Armada pesawat tempur Hawk 108/208 Tentera Udara Diraja Malaysia © Xu Zheng via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pesawat Hawk yang telah mencapai usia 25 tahun di dalam layanan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) tetap relevan hingga kini untuk melaksanakan tugas intinya dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan wilayah udara Malaysia, seperti dilansir dari laman Air Times, Malaysia.

Panglima TUDM/RMAF, Jenderal Tan Sri Affendi Buang mengatakan masalah tersebut saat berada di Pangkalan Udara Subang pada hari Sabtu, 2 Maret 2019.

“Saya ingin memastikan skuadron Hawk akan terus melayani yang terbaik. Meskipun pesawat telah mencapai usia 25, tetapi dengan upaya dari semua tingkatan dalam TUDM telah menjadikan pesawat itu sebagai salah satu platform dalam mempertahankan kedaulatan wilayah udara negara kita”, menurut Panglima TUDM sebelum berangkat ke Pangkalan Angkatan Udara Butterworth.

Buang menaiki pesawat Hawk 108 yang diterbangkan oleh Letnan Kolonel Mohammad Syagol Abd Hamid, Perwira Skuadron 6. Penerbangannya ke Butterworth juga ditemani oleh pesawat Hawk 108 lainnya.

Panglima TUDM, Jenderal Tan Sri Affendi Buang (kanan) berfoto didepan Hawk 108 © Air Times

Pesawat Hawk 108 memulai layanannya pada 15 April 1994 setelah menerima 2 pesawat pertama melalui Memorandum Of Understanding (MOU) antara Pemerintah Malaysia dan Inggris yang ditandatangani pada tanggal 10 Desember 1990.

Pada saat itu, Pemerintah Malaysia telah setuju untuk mendapatkan 10 unit Hawk 108 dan 18 unit Hawk 208. Pesawat-pesawat ini diterima secara bertahap dengan 2 pesawat setiap bulan, hingga mencapai total 28 pesawat.

Tahun 2019 menjadi momen bersejarah dan kebanggaan bagi TUDM karena merayakan Ulang Tahun Hawk Silver Jubilee. Perayaan diadakan di Hangar Skuadron 15, Pangkalan Angkatan Udara Butterworth.

Selama 25 tahun pelayanan, pesawat Hawkdioperasikan oleh tiga regu, yaitu Skuadron 6, Skuadron 9 dan Skuadron 15.

Di antara operasi terbesar yang melibatkan pesawat Hawk adalah Ops Daulat pada Maret 2013 di mana 5 pesawat Hawk telah ditugaskan untuk melancarkan serangan udara ke persembunyian teroris di Lahad Datu.

blankblank blank

Skuadron 6 pun dipindahkan ke Pangkalan Udara Labuan dari Pangkalan Udara Kuantan setelah Ops Daulat berakhir. Transfer ini untuk memperkuat pertahanan negara di Sabah dan Sarawak.

Selain itu, pesawat Hawk juga digunakan sebagai pesawat latih lanjutan, sebagai transisi menuju pesawat tempur yang dioperasikan oleh Skuadron 15 di Pangkalan Butterworth di mana pilot-pilot muda akan dilatih guna menjadi pilot tempur sebelum kualifikasi mereka untuk menerbangkan pesawat tempur lain di TUDM.

Hawk dijadwalkan untuk terlibat dalam pertunjukan udara di Langkawi bersama dengan Pameran Maritim dan Aerospace Internasional Langkawi 2019 (LIMA’19) yang akan berlangsung dari 26 – 30 Maret 2019.

Sharing

Tinggalkan komentar