Rusia Modernisasi MiG-21 India Setara dengan F-16 Pakistan – Analis

Jet tempur MiG-21 Bison Angkatan Udara India (IAF) © Indian Air Force

JakartaGreater.com – Pesawat tempur MiG-21 India yang diupgrade oleh Rusia memiliki kemampuan tempur yang identik dengan F-16 milik Angkatan Udara Pakistan, menurut kepala editor majalah National Defense, Igor Korotchenko, seperti dilansir dari TASS.

Pertarungan udara antara pesawat dari kedua jenis terjadi di perbatasan India-Pakistan pada 28 Februari yang lalu. Setidaknya satu MiG-21 ditembak jatuh. Pilot mengeluarkan diri dan ditahan oleh Pakistan.

Menurut Angkatan Udara India, dalam bentrokan yang sama MiG-21 lain menembak jatuh F-16 Pakistan buatan pabrikan AS. Pakistan belum mengkonfirmasi kehilangan pesawat sejauh ini.

“MiG-21, yang ditingkatkan oleh Rusia memiliki radar di dalam pesawat dan rudal udara-ke-udara berpemandu yang lebih banyak. Dengan kemampuan tempur dan parameter penerbangannya, ini setara dengan versi F-16 yang tersedia bagi Angkatan Udara Pakistan”, kata Korotchenko.

Pejuang MiG-21-93 India, yang disebut juga dengan nama MiG-21UGP Bison, di upgrade dan dilengkapi dengan radar baru, jangkauan senjata yang lebih luas, indikator modern pada windshield, helm dengan pemandangan, dan layar tampilan multifungsi di kokpit. Lapisan untuk mengurangi visibilitas radar. Siklus hidup dan daya tahan pesawat telah diperpanjang.

Pada 28 Februari, penyiar NDTV India mengatakan bahwa 24 pesawat Angkatan Udara Pakistan dan 8 pesawat India, termasuk 4 Sukhoi-30MKI dan 2 MiG-21 berpartisipasi dalam bentrokan di Kashmir. Korotchenko mengatakan appabila itu benar-benar terjadi, insiden itu adalah bukti profesionalisme tinggi pilot India, kontrol yang baik terhadap peralatan dan taktik perang udara yang kompeten.

Puing-puing jet tempur MiG-21 India yang tertembak jatuh di Pakistan © Farooq Khan via Flight Global

Bentrokan udara India-Pakistan

Ketegangan dalam hubungan antara India dan Pakistan melonjak ketika konvoi militer India diserang pada 14 Februari 2019 di negara bagian utara Jammu dan Kashmir, yang menewaskan 45 orang. Kelompok yang menamakan dirinya Jaish-e-Mohammed mengaku bertanggung jawab.

Pada 26 Februari 2019, India melakukan serangan terhadap kubu kelompok ini di bagian Kashmir yang dikuasai Pakistan. Pada 27 Februari, pesawat Pakistan menyerang sasaran militer di Jammu dan Kashmir. New Delhi dan Islamabad mengklaim bahwa pesawat masing-masing telah ditembak jatuh.

Sharing

Tinggalkan komentar