Meski Tertarik Jet Tempur Baru, Malaysia Belum Segera Membelinya

Aermacchi M-346FA: (foto : Leonardo Company.com)

JakartaGreater.com – Di tengah spekulasi tentang pesawat tempur apa yang akan dibeli Malaysia, Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad mengkonfirmasi sebenarnya Pemerintah Malaysia memang tertarik untuk membelinya, tetapi belum siap dengan anggarannya.

Perdana Menteri menyatakan, armada lawas Angkatan Udara Malaysia masih cukup baik dan masih dapat bertugas sampai beberapa waktu.

“Sehubungan dengan pembelian pesawat tempur, kami tertarik tetapi tidak sampai sejauh melakukan pembelian.” kata Mahathir Mohamad, dirilis situs Malaysiakini.com, 26/3/2019.

Pesawat tempur lawas yang dimiliki Malaysia masih memiliki kemampuan yang cukup baik, dan itu terlihat dari demonstrasi yang dilakukan pesawat tempur tersebut saat pameran LIMA 2019 dan menurut Mahathir, kemampuan yang cukup baik itu menunjukkan pesawat tempur masih dapat bertahan cukup lama.

Mahathir menanggapi pertanyaan para wartawan di Pameran Maritim dan Aerospace Internasional Langkawi (LIMA) 2019 tentang pembelian jet tempur baru yang akan dibeli untuk menggantikan armada pesawat tempur buatan Rusia yang ada.

Mahathir sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa dia terkesan dengan kinerja berbagai pesawat di Lima, dan ratusan jet ini akan dibeli jika Malaysia memiliki anggaran untuk melakukannya.

“Tapi kita harus menunggu beberapa saat sebelum kita memiliki uang sebanyak itu,” katanya.

Angkatan udara Malaysia saat ini mengoperasikan armada pesawat tempur campuran yang berasal dari Rusia, AS, dan Inggris.

Dari jumlah tersebut, Mikoyan MiG-29 dan Sukhoi Su-30MKM dibeli dari Rusia dan mulai beroperasi pada 1995 dan 2007.

MiG-29 adalah pesawat tempur superioritas udara yang dirancang untuk terlibat dalam pertempuran udara-ke-udara, sedangkan Su-30MKM adalah pesawat tempur multirole yang cocok untuk menangani target udara dan darat.

Awal tahun ini, media Jane 360 melaporkan bahwa Malaysia telah mengeluarkan request for information (RFI) kepada Korea Selatan dan Italia untuk akuisisi pesawat serang ringan FA-50 dan M-346FA Alenia Aermacchi.

Angkatan Udara Malaysia menginginkan 12 pesawat tempur ringan dengan perkiraan biaya sekitar US$ 300 juta (RM1,2 miliar), dengan opsi untuk 24 unit tambahan lainnya, tulis laporan Jane 360.

Sharing

Tinggalkan komentar