Senjata Kecabangan Armed Berkembang Pesat

IMG_20190329_040854_718
Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kolonel Arm Purbo Prastowo, mengungkapkan, dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir ini, perkembangan kecanggihan persenjataan yang dimiliki Kecabangan Armed memang sangat luar biasa pesat.

Cimahi, Jabar, Jakartagreater.com  – Semakin canggihnya Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dimiliki oleh TNI AD saat ini, menuntut prajurit untuk terus menguasai dan meningkatkan keahliannya dalam mengawaki senjata baru dan modernisasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) TNI AD, Kolonel Arm Purbo Prastowo, S.Ip saat menerima kunjungan Tim Dispenad yang diketuai Letkol Inf Paiman, beserta awak media pada Kamis 28-3-219  di Markas Pussenarmed, Cimahi, Jawa Barat.

Kolonel Arm Purbo Prastowo, mengungkapkan, dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir ini, perkembangan kecanggihan persenjataan yang dimiliki Kecabangan Armed memang sangat luar biasa pesat.

“Terakhir dengan adanya Meriam Caesar 155, Roket Astros dan Meriam GS M109A4-BE Howitzer. Ketiga Alutsista ini memiliki tingkat kecanggihan dan kesulitan penggunaannya masing-masing,” ucap Kolonel Arm Purbo Prastowo,

Dengan banyaknya Alutsista baru dan modern yang didatangkan, tentunya alat-alat ini membutuhkan sistem operasi yang beda daripada yang lama. “Oleh karena itu, menjadi salah satu tugas dari Pussenarmed selaku Pembina utama dalam Kecabangan untuk meningkatkan kemampuan para prajurit Armed,” terang Kolonel Purbo.

“Salah satu tugas Pussenarmed untuk membuat doktrin yang disesuaikan dengan Alutsista yang baru dan disesuaikan juga dengan Alutsista di kecabangan lain,” imbuh Kolonel Arm Purbo Prastowo, lulusan Akademi Militer 1989 tersebut.

Terkait penyesuaian dengan kecabangan lain tersebut, lanjut Kolonel Arm Purbo Prastowo, asal Tuban Jawa Timur ini, hal itu dikarenakan setiap satuan atau kecabangan tidak bisa berdiri sendiri dan bekerja sendiri saat melakukan sebuah operasi.

“Kavaleri, Artileri enggak bisa berdiri sendiri, walaupun ada kemampuan untuk melakukan serangan Artileri. Oleh karena itu, doktrin-doktrin yang dibuat harus menyesuaikan, baik untuk Armed itu sendiri ataupun untuk kecabangan lain, supaya bisa sinkron,” kata Kolonel Arm Purbo Prastowo.

Meriam Caesar 155 adalah sebuah meriam berkaliber 155 mm yang memiliki daya tembak sejauh 39 hingga 40 Km. Meriam ini dibuat PT Nexter, sebuah perusahaan persenjataan di Roanne, Prancis. Sedangkan Roket Astros, memiliki jarak capai kurang lebih 80 Km dan jarak 300 Km jika kembangkan dengan daya hancur kurang lebih 52 hektar.

Kemudian Meriam GS M109A4-BE Howitzer adalah Howitzer Self-Propelled dengan kaliber 155 mm asal Amerika. Howitzer ini telah digunakan selama bertahun-tahun oleh tentara Belgia, dengan modifikasi berkelanjutan dan upgrade dari versi dasar.

Hadir dalam penerimaan kunjungan tersebut, Wadan Pussenarmed Kolonel Arm Khoirul Hadi, para Direktur Pussenarmed beserta seluruh staf Pussenarmed. (tniad.mil.id)

Sharing

Tinggalkan komentar