Sengkarut Tertembak atau Tidaknya F-16 Pakistan

F-16 Pakistan (Foto:Common Wikipedia)

JakartaGreater.com – Mengutip dari dua Pejabat Pertahanan AS yang dirahasiakan namanya, majalah ‘Foreign Policy’ di AS menyatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan Kamis malam, bahwa pesawat tempur F-16 Pakistan masih utuh dan tidak berkurang dari hitungan awal sejak dibeli dari AS, dirilis Livemint.com, 5/4/2019.

Menurut laporan itu, personel AS telah melakukan perhitungan F-16 Pakistan dan tidak menemukan yang hilang. F-16 diproduksi oleh Lockheed Martin dan ada perjanjian yang mengharuskan negara pembeli untuk mengizinkan inspeksi oleh personel AS untuk memastikan F-16 yang dibeli untuk dihitung.

Pakistan telah mengundang pejabat Amerika untuk menghitung secara fisik F-16 setelah insiden “ditembak jatuh” sebagaimana dilaporkan oleh media dan pejabat militer India.

Beberapa pesawat F-16 tidak ada saat diperiksa karena masih bertugas di beberapa pangkalan lain, sehingga butuh waktu beberapa minggu untuk menghitung semua jet F-16, tulis laporan Foreign Policy.

F-16 Pakistan sudah selesai dihitung dan semua pesawat “ada dan dicatat,” kata pejabat AS itu.

Tidak ada komentar resmi dari Angkatan Udara India atau pemerintah India pada hari Jumat mengenai laporan dari majalah AS.

Tetapi analis strategis India Brhama Chellaney, dengan pusat penelitian Kebijakan Center yang berbasis di New Delhi, mengatakan dalam sebuah posting Twitter: ” ‘Foreign Policy” bukanlah suara resmi Pemerintah AS, mungkin saja AS enggan mengakui bahwa F-16 mungkin ditembak jatuh oleh pesawat perang usang seperti MiG-21 india.

India Membantah

India telah membantah laporan AS yang mengklaim bahwa tidak ada jet tempur F-16 Angkatan Udara Pakistan yang ditembak jatuh dalam pertempuran udara 27 Februari di sepanjang Jalur Kontrol. Angkatan Udara India mengatakan bahwa “tanda tangan elektronik” menunjukkan bahwa jet tempur PAF yang jatuh adalah F-16, dirilis Hindustantimes.com, 5/4/2019.

“Selama pertuarungan udara yang diikuti, satu MiG 21 Bison dari IAF menembak jatuh satu F-16,” kata Wakil Wakil Marsekal Udara RGV Kapoor.

“Pasukan India telah mengkonfirmasi pengusiran di dua tempat berbeda pada hari itu. Ini dipisahkan oleh setidaknya 8-10 km. Satu adalah IAF MiG 21 Bison dan yang lainnya pesawat PAF, ”kata Kapoor.

IAF melakukan serangan di sebuah kamp teror di Balakot di provinsi Khyber Pakhtunkhwa Pakistan. Sasaran itu dipahami sebagai pusat pelatihan terbesar Jaish-e-Mohammed (JeM), terduga pelaku teror yang berbasis di Pakistan yang diyakini memiliki tanggung jawab atas serangan Pulwama pada 14 Februari. Konvoi CRPF telah menjadi sasaran dalam sebuah bom bunuh diri di jalan raya Jammu-Srinagar yang menewaskan 40 tentara.

Sharing

Tinggalkan komentar