Jepang Perluas Usaha Pencarian F-35 yang Jatuh

F-35A Angkatan Udara Jepang (foto:Common Wikipedia)

Jepang memperluas usaha pencarian pesawat tempur siluman F-35 yang hilang dengan kapal survei maritim dan dibantu oleh kapal perang dan tim penyelamat Angkatan Laut AS.

Tim penyelamat hanya menemukan potongan kecil dari ekor pesawat F-35 Angkatan Udara Bela Diri Jepang setelah menghilang dari layar radar selama latihan dengan tiga F-35 lainnya di Pasifik, dekat barat laut Jepang pada 9 April.

“Pesawat dan pilotnya masih hilang,” kata juru bicara Angkatan Udara Jepang. Penyelidik belum dapat mengungkap nasib pesawat yang hilang, tambahnya.

Jepang dan AS mengerahkan kapal pencari yang dilengkapi dengan peralatan sonar yang dapat menjelajahi dasar laut sedalam 1.500 m (4.922 kaki), tempat F-35 diperkirakan berada.

Awak penyelamat Angkatan Laut AS akan tiba di atas kapal Dive Support and Construction Vessel – DSCV Van Gogh, untuk membantu mencari di area seluas sekitar 5.000 mil laut (17.150 km persegi), rilis Armada Ketujuh AS.

Kapal-kapal penjaga pantai Jepang memperingatkan kapal-kapal sipil lain untuk tetap keluar dari zona pencarian, yang berada di dalam perairan internasional.

AS khawatir jika F-35 yang jatuh ditemukan terlebih dahulu oleh negara lain diluar AS dan Sekutunya.

“Selalu ada kekhawatiran jika Anda meletakkan salah satu peralatan teknologi paling canggih Anda, kehilangan seperti F-35, bahwa seseorang bisa mendapatkannya,” kata Pejabat Tinggi Angkatan Laut AS. “Saya cukup yakin orang Jepang tidak akan membiarkan itu terjadi,” katanya.

Penyelidik mungkin perlu menemukan perekam data penerbangan pesawat untuk menemukan apa yang terjadi pada jet tempur seharga US$ 126 juta.

Angkatan Laut telah memeriksa catatan medis pilot yang hilang dan menanyai rekan-rekannya tentang kondisi mentalnya sebagai bagian dari penyelidikan.

Pesawat buatan Lockheed Martin, yang baru terbang kurang dari setahun adalah F-35 pertama yang dirakit di Jepang oleh Mitsubishi Heavy Industries.

F-35 Jepang baru terbang selama 28 menit sebelum akhirnya menghilang tanpa peringatan dan telah mencatat total 280 jam terbang.

Channel News Asia

Sharing

Tinggalkan komentar