Commando Warrior Inggris Berlatih Gunakan Sistem Robot Tempur

Marinir Inggris untuk pertama kalinya melakukan latihan militer dengan dukungan dari tiga matra drone sekaligus.

Penggunaan sistem tempur tanpa awak baru saja dilaksanakan oleh prajurit Komando Marinir Inggris saat melakukan operasi pendaratan di pantai.

Komando Marinir Inggris menggunakan dukungan dari kapal patroli tak berawak, drone pesawat pengintai, dan dua robot tempur di darat.

Kapal robot berputar-putar di area pendaratan komando, mengunakan sensor dan kamera mengawasi area pendaratan dan di laut, drone pesawat memindai area udara di area pendaratan, sedangkan dua robot darat yang mendarat bersama tentara memberikan dukungan tembakan jarak dekat.

Tujuan dari latihan Commando Warrior adalah untuk melihat efektifitas semaksimal mungkin kerja sama antara prajurit dengan sistem drone intai dan tempur.

Latihan pendaratan itu dilakukan dengan terencana – pasukan Marinir dibantu oleh drone tak berawak, mendarat di pantai, tentara kemudian menaiki tebing, di mana mereka kemdian menghancurkan patroli musuh, kemudian mundur ke pantai dan berlayar pergi.

Menurut Marinir Komando yang berpartisipasi dalam latihan tersebut bahwa berkat pesawat tanpa awak, mereka memiliki gambaran yang sangat rinci dari seluruh lingkungan. Data yang dikirim dari kamera dan sensor bisa dilihat di tablet khusus. Ini memungkinkan keputusan taktis dilakukan dengan lebih cepat.

blank

Menurut Komandan Commandow Warrior, Kolonel Chris Hawa, penggunaan kendaraan tak berawak ini “hanya awal dari jalan yang panjang”. Komandan menambahkan bahwa keberhasilan latihan “adalah salah satu tahap paling penting dalam pengembangan Future Commando Force dan Littoral Strike.”

Defence24

Sharing

Tinggalkan komentar