Komandan AS Kalkulasi Jet Siluman J-20 China Bisa Terbang Tahun Ini

File:J-20 (cropped).jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

Washington, Jakartagreater.com  –  Jenderal Charles Brown, Kepala Pasukan Udara Pasifik AS, baru-baru ini mengungkapkan bahwa jika semua tetap berjalan lancar, pesawat tempur siluman Chengdu J-20 China “bisa jadi” siap tempur pada tahun ini, dirilis Sputniknews.com pada Kamis 2-5-2019.

Itu bukan berita baik bagi pasukan AS, dan Brown mengatakan kepada Bloomberg untuk artikel pada hari Rabu 1-5-2019 bahwa langkah itu akan menimbulkan “ancaman yang lebih besar, dan kemampuan yang lebih besar” untuk anggota militer China di wilayah tersebut.

“Saya menilai cara operasi China terus meningkat. Mereka akan terus mendorong sambil mencari tahu apakah ada yang berkomentar atau melakukan apa pun – jika Anda tidak mendorongnya kembali, mereka akan terus datang,” katanya.

Brown kemudian menekankan bahwa AS akan berusaha untuk melawan kemampuan J-20 dengan meningkatkan penyebaran jet F-35 yang dikembangkan AS ke Pasifik. Dia juga mengindikasikan bahwa patroli yang berkelanjutan di perairan Laut China Selatan yang diperebutkan akan menjadi pilihan.

Namun pesawat satu kursi, twinjet, berkemampuam segala cuaca, generasi kelima ini, bukan satu-satunya pesawat China yang menjadi perhatian para pejabat AS. Menurut komandan itu, ada juga keyakinan bahwa China berencana untuk mengembangkan bomber yang dapat membawa senjata nuklir dan non-nuklir berpandu presisi.

Tanpa memberi indikasi apakah China memiliki teknologi untuk menciptakan pembom siluman, Brown mengatakan bahwa dia tidak “berpikir itu akan terlalu jauh dan mengatakan China bisa saja melakukannya juga.”

Akan tetapi, ini bukan pertama kalinya China menyebut-nyebut tentang membangun pembom siluman. Awal tahun ini, Badan Intelijen Pertahanan AS merilis laporan tahunannya tentang kekuatan militer China, mengungkapkan bahwa Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat “sedang mengembangkan pembom siluman baru jarak menengah dan panjang.”

Laporan selanjutnya mengatakan bahwa pembom kemungkinan akan digunakan untuk “menyerang target regional dan global” dan bahwa “teknologi siluman terus memainkan peran kunci dalam pengembangan pembom baru ini, yang mungkin akan mencapai kemampuan operasional awal pada tahun 2025. ”

Jenderal Charles Brown menambahkan bahwa upaya berkelanjutan Tiongkok untuk memodernisasi armadanya adalah menutup gap dengan kekuatan udara Barat di seluruh spektrum, seperti kinerja pesawat, C2, dan perang elektronik.

Sharing

Tinggalkan komentar