Turki Selidiki Penyebab Kebakaran Kapal Induk Helikopternya

Kapal induk ringan Turki LHD Anadolu (L-408) terbakar pada tengah malam 29 April 2019. Kapal pada saat itu berada di dermaga kering sedang menjalani pengerjaan tahap akhir dan sedang memasang sistem on-board di dalam kapal.

Kebakaran berhasil dipadamkan oleh pemadam kebakaran dan pihak galangan kapal, dan dilaporkan tidak ada korban tewas atau terluka.

Saat ini investigasi untuk mencari penyebab kebakaran dan penyelidikan untuk menghitung tingkat kerusakan sedang berlangsung. Masalah ini sangat mendesak karena sebenarnya kapal itu seharusnya diluncurkan pada tahun 2019, dan jika kerusakannya besar mungkin kapal induk helikopter pertama Turki itu akan tertunda.

Para pengamat menilai bahwa kerusakannya mungkin besar, karena api yang meledak di dek depan baru padam selama beberapa jam (yang mungkin berarti bahwa instalasi pemadam kebakaran ididalam kapal belum selesai dipasang).

Bagi Angkatan Laut Turki, kapal induk TCG Anadolu akan menjadi kapal perang terbesar dalam sejarah armada laut Turki (dengan berat 26.000 ton, panjang 232 m dan lebar 32 m). Selain menjadi kapal angkut helikopter, LHD Anadolu juga akan menjadi kapal induk ringan, yang mengangkut 12 pesawat tempur pendaratan vertical F-35B dan 12 helikopter dalam berbagai tipe, termasuk helikopter tempur T129 ATAK.

Turki membangun kapal dengan menggunakan desain yang dirancang Navantia: kapal induk ringan “Juan Carlos I” milik Angkatan Laut Spanyol dan LHD helikopter “Canberra” Angkatan Laut Australia. Kedua kapal LHD Spanyol dan Australia dibangun di galangan kapal Spanyol, sedangkan Turki menginginkan membangun TCG Anadolu didalam negeri Turki.

Pembangunan kapal LHD Anadolu menyedot anggaran besar bagi Turki dengan angaran sebesar US$1,4 miliar dolar. Kebakaran yang baru terjadi dapat menyebabkan biaya pembangunan LHD Anadolu bisa meningkat berkali lipat.

Defence24

Sharing

Tinggalkan komentar