India Siap Jual Rudal Jelajah Brahmos ke Asia Tenggara

Rudal BrahMos dan BrahMos-M. © Anirvan Shukla via Wikimedia Commons

Selain Vietnam, beberapa negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Malaysia, Singapura, dan Indonesia telah menunjukkan minat untuk membeli rudal BrahMos.

Ekspor rudal jelajah supersonik BrahMos, produk patungan India dan Rusia, ke Asia Tenggara dan negara-negara Teluk dapat dimulai akhir tahun ini, kata seorang pejabat pertahanan India pada hari Rabu.

Selama beberapa tahun terakhir, ada spekulasi tentang Vietnam yang bernegosiasi dengan India untuk pembelian BrahMos , yang disebut-sebut sebagai rudal paling mematikan di dunia.

Selain sejumlah negara Asia Tenggara, India juga mengincar negara-negara Teluk yang juga menunjukkan peningkatan minat terhadap rudal jelajah Brahmos, sebagaimana dinyatakan oleh Komodor SK Iyer, Kepala General Manager untuk SDM di BrahMos Aerospace, di pameran IMDEX Asia 2019.

Kontrak ekspor rudal pertama menunggu persetujuan pemerintah untuk pemerintah, tambahnya.

Tahun lalu, Menteri Pertahanan India Nirmala Sitharaman telah menyatakan sejumlah masalah penting yang perlu ditangani sebelum mengekspor apa yang disebut-sebut sebagai sistem rudal paling mematikan di dunia.

Diyakini bahwa negosiasi terkait biaya telah memakan waktu karena pertumbuhan ekonomi yang melambat sehinga mengganggu rencana negara-negara Asia Tenggara yang ingin membeli peralatan pertahanan yang layak namun murah.

BrahMos Aerospace saat ini sedang mengerjakan pesanan senilai US$ 7 miliar oleh tiga layanan Angkatan Bersenjata India.

Berdasarkan permintaan seperti helikopter bersenjata, peralatan angkatan laut, rudal termasuk BrahMos dan sistem pertahanan udara Akash, Kementerian Pertahanan India telah menetapkan target ekspor senilai US$ 5 miliar pada tahun 2023.

Pejabat India itu tidak menjelaskan apakah Rusia setuju untuk mengekspor rudal itu ke negara Asia selatan seperti Vietnam, yang dianggap sebagai saingan Cina.

Namun, selama Aero-India 2019 yang baru-baru ini disimpulkan, para pejabat Rusia mengkonfirmasi kepada Financial Express Online bahwa mereka tidak keberatan untuk mengekspor Rudal BrahMos ke negara-negara sahabat.

Sputnik

Sharing

Tinggalkan komentar