Okt 162017
 

218 Pamen Kodam Pattimura latihan menembak pistol dan senapan, di Yonif Raider 733/Masariku, Ambon, 13/10/2017.

Ambon, Jakartagreater.com – Sebanyak 218 perwira menengah (pamen) di Kodam XVI/Pattimura melaksanakan latihan menembak menggunakan pistol dan senapan, guna mempertajam kemampuannya menggunakan senjata api, yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Yonif Raider 733/Masariku, Waiheru, Kota Ambon, 13-10-2017.

Kegiatan ini adalah program bidang pembinaan latihan yang tujuannya untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan perseorangan prajurit Kodam Kodam XVI/Pattimura agar dapat menembak dengan baik.

Tujuan lainnya yakni untuk mencapai nilai perkenaan yang diharapkan yaitu pada nilai materi pistol mencapai 80 persen dan senapan mencapai 70 persen, serta meningkatkan kemampuan perseorangan agar mempunyai kesiapan dalam melaksanakan tugas.

Selain itu diharapakan para Pamen mempunyai kualitas dan kemampuan teknis yang dapat diandalkan bagi setiap anggotanya. Menembak adalah kemampuan dasar tempur yang harus selalu dilatih sebagai seorang prajurit TNI di samping untuk membiasakan prajurit mempergunakan senjata yang dimiliki.

Guna memelihara kemampuan tersebut, Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo  menggagas Latihan menembak pistol dan senapan kepada para pamen Kodam XVI/Pattimura. Pangdam juga berkesempatan hadir di Lapangan Tembak untuk melihat dan memberi pengarahan kepada para Pamen tentang bagaimana Tehnik atau Tehnis menembak yang baik dan benar.

Sasaran yang ingin dicapai adalah para perwira menengah mampu menembak dengan perkenaan minimal 80 persen, kalau tidak mencapai nilai itu maka diwajibkan untuk tinggal di Lapangan Tembak dengan berbivak dan memasak logistik sendiri sebagai konsekuensinya.

218 Pamen Kodam Pattimura latihan menembak pistol dan senapan, di Yonif Raider 733/Masariku, Ambon, 13/10/2017.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dibagi menjadi 2 gelombang, gelombang pertama 112 orang dan hari kedua 106 orang. Sebelum melaksanakan latihan menembak, sesuai dengan prosedur maka para perwira mendapat arahan dari pelatih menembak. Selanjutnya koreksi dasar pistol.

Latihan yang dilaksanakan adalah menembak Pistol dengan jarak 20 meter dengan materi Slow fire dan Rapid Fire, untuk senjata senapan menembak dengan jarak 100 m sikap berdiri. Senjata yang digunakan dalam latihan ini menggunakan Pistol jenis P2 dan senjata SS1.

Hasil menembak hari pertama Sbb :

  1. Pada materi menembak pistol sebanyak 59 orang dinyatakan lulus dan 53 orang tidak lulus.
  2. Pada materi menembak senapan, 57 orang dinyatakan lulus dan 51 orang tidak lulus.

Hasil menembak hari kedua  Sbb :

  1. Hasil menembak materi pistol, yang lulus mencapai 46 orang, sedangkan yang tidak lulus 60 orang.
  2. Untuk materi senapan, yang lulus mencapai 82 orang dan tidak lulus mencapai 24 orang.

Berdasarkan hasil menembak di lapangan, nilai yang terbaik Sbb :

  1. Pamen yang mempunyai nilai pistol terbaik diraih oleh Mayor Czi Masturi asal satuan Rindam XVI/Pattimura dengan nilai 189,004 (94,5%).
  2.   Pamen yag terbaik dalam menembak senapan dicapai oleh Mayor Czi Marthen Parinding asal satuan Infolahta XVI/Pattimura dengan nilai 91,002 (91%).

Kegiatan ini adalah program bidang pembinaan latihan yang tujuannya untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan perseorangan prajurit Kodam XVI/Pattimura agar dapat menembak dengan baik,” jelas Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, di sela-sela memberikan arahan kepada seluruh peserta menembak.

Pada kesempatan tersebut Pangdam juga turut latihan menembak dengan nilai perkenaan 98 persen tepat di sasaran. Mayjen TNI Doni Monardo juga ikut menemani para peserta yang berbivak di Lapangan Tembak sebagai wujud kepedulian Pimpinan kepada Anggota. (Pendam Pattimura).

  One Response to “238 Pamen Kodam Pattimura, Latihan Menembak”

  1.  

    Sasaran yang ingin dicapai adalah para perwira menengah mampu menembak dengan perkenaan minimal 80 persen, kalau tidak mencapai nilai itu maka diwajibkan untuk tinggal di Lapangan Tembak dengan berbivak dan memasak logistik sendiri sebagai konsekuensinya.

    😆 😆 😆