Iran: Drone AS yang Dijatuhkan, 4 Mil di Dalam Wilayah Iran

Drone RQ-4 Global Hawk. (@U.S. Air Force photo by Bobbi Zapka via commons.wikimedia.org)

Jakartagreater.com – Kepala Organisasi Geografis Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, drone mata-mata AS yang dijatuhkan oleh Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) ditemukan empat mil (sekitar 7 kilometer) di dalam perairan teritorial negara itu setelah ditembak jatuh, dirilis Tasnimnews.com, 26/6/2019.

“Setelah penembakan drone, tindakan awal diambil dan lokasinya diidentifikasi,” kata Brigadir Jenderal Majid Fakhri pada hari Selasa.

“Drone itu pasti di perairan Iran karena laporan menunjukkan bahwa itu empat mil atau lebih dari tujuh kilometer di dalam perairan teritorial Iran,” tambahnya.

IRGC mengatakan pada hari Kamis bahwa pesawat mata-mata AS yang melanggar wilayah udara teritorial Iran pada dini hari ditembak jatuh oleh unit pertahanan udara Pasukan Dirgantara IRGC di dekat wilayah Kooh-e-Mobarak di provinsi selatan Hormozgan.

Drone yang mengganggu itu dilaporkan ditembak oleh sistem rudal pertahanan udara Iran “Khordad-3”.

Dalam komentar yang dibuat beberapa jam setelah insiden itu, Komandan IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan penembakan pesawat AS memiliki pesan langsung bahwa setiap intrusi asing ke wilayah kedaulatan Iran akan menarik tanggapan yang menghancurkan.

“Turunnya pesawat tak berawak AS memiliki pesan yang eksplisit, tegas dan jelas bahwa para pembela perbatasan Iran akan menunjukkan reaksi yang menentukan dan melumpuhkan agresi terhadap wilayah ini oleh alien,” katanya.

“Perbatasan adalah garis merah kita, dan musuh yang melanggar perbatasan ini tidak akan kembali,” sang komandan menggarisbawahi.

Dia juga menjelaskan bahwa Iran tidak mencari perang dengan negara mana pun, tetapi sepenuhnya siap untuk konfrontasi. “Insiden hari ini adalah tanda yang jelas dari pesan yang begitu tepat.”

Jenderal juga mengingatkan musuh bahwa satu-satunya cara bagi mereka untuk tetap aman adalah dengan menghormati integritas teritorial Iran, keamanan nasional dan kepentingan vital.

Sangkalan Pelanggaran Udara

Sebelumnya, Militer Amerika Serikat mengkonfirmasikan bahwa sebuah Rudal Iran menembak jatuh sebuah Drone Angkatan Laut yang beroperasi di Selat Hormuz, ujar juru bicara Komando Sentral AS (CENTCOM) Kapten Angkatan Laut Bill Urban dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, 20-6-2019, dirilis Sputniknews.com. Menurutnya, drone ditembak jatuh di wilayah udara internasional.

“Komando Pusat AS dapat mengkonfirmasi bahwa pesawat ISR Surveillance Maritim Angkatan Laut AS (Broad Area Maritime Surveillance atau BAMS-D) ISR aircraft atau BAMS-D) ditembak jatuh oleh sistem Rudal darat-ke-udara Iran saat beroperasi di wilayah udara internasional di atas Selat Hormuz pada sekitar 11:35 GMT GMT pada 19 Juni 2019”, kata pernyataan itu.

Sharing

Tinggalkan komentar