Netanyahu Sambut Baik Rencana Sanksi Baru AS ke Iran

doc. President Donald Trump and Prime Minister Benjamin Netanyahu. (commons.wikimedia.org)

Tel Aviv, Jakartagreater.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik niat Washington untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Iran, dirilis Sputniknews.com pada Minggu 23-6-2019.

“Terima kasih atas sanksi yang melumpuhkan dari Amerika, Iran menghadapi tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai akibat dari agresi. Jadi saya senang mendengar Presiden Trump menjelaskan kemarin bahwa tekanan akan terus berlanjut dan tekanan itu akan meningkat”, Netanyahu mengatakan dalam konferensi pers bersama dengan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton menjelang KTT keamanan antara Amerika Serikat, Israel dan Rusia.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Sabtu 22 Juni 2019 bahwa sanksi “besar” baru akan dijatuhkan pada Iran pada 24 Juni 2019.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah meningkat setelah Iran pada 20 Juni 2019 menjatuhkan pesawat mata-mata AS di Selat Hormuz. Teheran mengklaim pesawat itu ditembak di wilayah udara Iran. Militer AS mengkonfirmasi bahwa pesawat itu ditembak jatuh, tetapi mengatakan pesawat itu terbang di wilayah udara internasional.

Bereaksi atas insiden itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah memerintahkan tindakan militer pembalasan tetapi membatalkannya ketika itu masih dalam tahap awal, mengatakan tanggapannya tampaknya tidak proporsional.

Sejak Washington mundur dari pakta nuklir dengan Teheran tahun lalu, AS terus menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran. Selama tahun lalu, otoritas AS memberlakukan sanksi keras terhadap bidang-bidang utama ekonomi Iran untuk “mengubah perilaku” Iran.

Sharing

Tinggalkan komentar