Irak Tidak Akan Izinkan AS Gunakan Wilayahnya untuk Serang Iran

File: Iraqi Special Operations Forces soldiers set a perimeter after fast-roping insertion training. From Wikimedia Commons, the free media repository.

Washington, Jakartagreater.com   –  Baghdad tidak akan mengizinkan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalannya di wilayah Irak untuk serangan terhadap tetangganya Iran, ujar Presiden Irak Barham Salih, dirilis Sputniknews.com pada Rabu 26-6-2019.

“Kami tidak ingin wilayah kami menjadi pos pementasan untuk setiap tindakan bermusuhan terhadap tetangga kami, termasuk Iran. Ini jelas bukan bagian dari perjanjian antara pemerintah Irak dan Amerika Serikat,” kata Salih kepada penyiar CNN dalam sebuah wawancara.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS pada bulan Februari, Presiden AS Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat menjaga kehadiran militernya di Irak untuk dapat “mengawasi Iran.”

Menyusul pernyataan itu, Wakil Pertama Parlemen Irak Hassan Kaabi mengatakan bahwa badan legislatif bermaksud untuk menyusun undang-undang tentang penghentian perjanjian keamanan dengan AS yang akan mengarah pada penarikan semua pasukan asing dari negara tersebut.

Salih kemudian juga mencatat bahwa Washington tidak meminta izin dari Baghdad untuk mengerahkan pasukan AS ke negara itu untuk “mengawasi” Teheran. AS awalnya mengirim puluhan ribu tentara ke Irak pada awal 2000-an sebagai bagian dari intervensi militer yang dipimpin AS.

Personel militer AS menyelesaikan penarikan dari negara itu kembali pada tahun 2011 berdasarkan perjanjian dengan Baghdad, namun, 3 tahun kemudian, pasukan AS dikerahkan ke negara itu sekali lagi, kali ini, untuk membantu pasukan Irak melawan kelompok teroris ISIS.

Amerika Serikat dilaporkan memiliki sekitar 5.000 tentara yang ditempatkan di Irak pada 2018. Pekan lalu, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengklaim telah menjatuhkan pesawat pengintai AS di wilayah udara di atas provinsi Hormozgan di pesisir.

Komando Pusat AS, pada gilirannya, mengatakan bahwa Drone itu beroperasi dan ditembak jatuh di wilayah udara internasional di atas Selat Hormuz.

Menyusul insiden itu, Trump mengatakan Amerika Serikat siap untuk melakukan serangan balasan ke Iran sebelum kemudian membatalkan mereka, mengklaim mereka akan “tidak proporsional.”

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat sejak Washington menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia tahun lalu.

Tinggalkan komentar