Rusia: Peminat S-400 Tidak Turun Meski Ada Tekanan AS

S-400 Rusia mengejar Rudal dalam latihan. (@ Russian MoD)

Moskow, Jakartagreater.com – Jumlah negara yang ingin membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia tidak berkurang meskipun ada sanksi Washington terhadap Turki atas pembelian tersebut, Kepala Dinas Federal Rusia untuk Kerjasama Teknik Militer, Dmitry Shugayev, dirilis Sputniknews.com, pada Selasa 23-7-2019.

“Intinya adalah bahwa S-400 adalah sistem (pertahanan udara) terbaik, dan merupakan kesenangan bagi saya untuk mempromosikannya. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa jumlah (negara) yang ingin membeli S-400 tidak berkurang. Kami sangat menghargai kegigihan rekan-rekan Turki kami.

Kontrak telah berakhir, kami menyelesaikan tahap pertama pengiriman minggu ini, “kata Shugayev kepada wartawan. Pejabat senior menambahkan bahwa tahap pertama pengiriman S-400 ke Turki akan selesai akhir pekan ini. Pekan lalu, dilaporkan bahwa AS bekerja sama dengan militer India untuk mencoba meyakinkan mereka agar tidak membeli sistem S-400 Rusia yang dianggap AS sebagai “sedikit masalah.”

Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump mendapati dirinya di bawah tekanan para senator, yang mendesaknya untuk menjatuhkan sanksi terhadap Turki karena membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

Rusia memulai pengiriman sistem S-400 pada awal bulan sesuai dengan kesepakatan 2,5 miliar dolar AS yang ditandatangani pada 2017. AS telah berulang kali mendesak Turki untuk meninggalkan kesepakatan dengan mengklaim bahwa sistem pertahanan Rusia tidak sesuai dengan pertahanan NATO.

Sharing

Tinggalkan komentar