Komitmen pada Project KFX/IFX, Indonesia Kirim Personel Tambahan

Mock Up jet tempur IFX di Indo Defence 2018

Jakartagreater.com – Indonesia dilaporkan ingin mengurangi porsi pembiayaan dalam proyek jet tempur bersama Korea Selatan. Menurut Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan pada hari Senin, Indonesia telah membayar sekitar 220 miliar won dari 1,7 triliun won. Setoran pertama dilakukan pada tahun 2016. Sejak membayar 132 miliar won awal tahun ini, belum ada pembayaran tambahan dari Indonesia, dan menunggak sekitar 300 miliar won pada bulan Juli, kata DAPA, dilansir dari Korean Herald.

Korea Selatan mengakui telah menegosiasikan kembali kesepakatan dengan Indonesia terkait pengurangan pembagian pembayaran sejak awal tahun ini, namun pemerintah Korea menolak untuk menjelaskan perincian perundingannya.

“Selain masalah keuangan, pengembangan jet tempur masih berjalan dengan lancar. Kami tidak melihat bahwa Indonesia akan menarik diri dari proyek tersebut, ”kata seorang pejabat dari Korea Aerospace Industries, yang berpartisipasi dalam proyek tersebut, kepada The Korea Herald.

Menurut pejabat tersebut, 32 lebih banyak personil Indonesia akan tiba di Korea Selatan pada bulan Agustus, menambah 80 orang yang saat ini bekerja di Korea Selatan.

Pertemuan Tinjauan Desain Kritis juga diperkirakan akan berlangsung pada bulan September, di mana kedua belah pihak akan meninjau pengembangan proyek. Itu kemudian akan mengarah pada pembuatan prototipe sebenarnya dari jet tempur, kata pejabat itu.

Proyek KFX / IFX bertujuan untuk memproduksi pesawat tempur semi-siluman dari generasi 4.5. Dari program itu, kedua negara akan membangun 168 unit, 120 di antaranya akan menjadi milik Korea Selatan.

Pesawat-pesawat tempur itu diharapkan dilengkapi dengan peluncur rudal semi-konformal, system avionik canggih, dan fungsi pengisian bahan bakar udara.

Proyek KFX adalah program pengembangan jet tempur domestik kedua Korea Selatan, pertama kali diusulkan pada tahun 2001.

Tinggalkan komentar