USAF Eksplorasi Pertempuran dengan Senjata Laser

ilustrasi: Desain Ground-Space based hybrid laser weapon concept. (photo: U.S. Air Force – commons.wikimedia.org)

Jakartagreater.com  –  Laboratorium Penelitian Angkatan Udara AS (AFRL) mengajukan permintaan untuk pengembangan simulator wargame dalam mengeksplorasi lebih jauh seberapa baik senjata berenergi seperti laser dan sinar partikel, bekerja dalam medan pertempuran, dirilis Sputniknews.com,  Kamis 25-7-2019.

Situs Nextgov melaporkan bahwa organisasi riset USAF telah mengeluarkan permintaan terhadap vendor untuk menyediakan layanan model wargame dengan skenario yang menampilkan senjata energi terarah (Directed energy weapons), untuk menentukan seberapa baik teknologi industri  dapat membantu menangani kebutuhan prajurit perang, termasuk melengkapi teknologi lapangan,  yang saat ini sedang dikembangkan oleh pihak lain, ”Directed Energy Directorate (RD).

“Wargames menyediakan metode kerja bagi para prajurit untuk mengembangkan taktik, teknik dan prosedur – TTPs – dan konsep kerja – CONEMP – untuk memanfaatkan teknologi AFRL / RD dalam memenuhi kebutuhan dan kesenjangan para pejuang perang,” ujar  pihak AFRL.

Calon kontraktor harus menyerahkan pernyataan kemampuan mereka kepada AFRL sebelum 19 Agustus 2019.

Senjata energi terarah (Directed energy weapons) telah menjadi medan pertempuran utama dalam perlombaan senjata yang muncul baik di Bumi maupun di luar angkasa. Pentagon menguji berbagai senjata ofensif dan defensif, seperti  yang dilakukan Jerman, Inggris, dan China yang juga mengembangkan senjata mereka sendiri.

India juga telah menugasi Badan Antariksa Pertahanan dengan melakukan simulasi permainan perang antariksa, sebagian untuk mengeksplorasi pertanyaan yang mirip dengan Washington tentang, apa dan bagaimana kemampuan senjata energi di medan peperangan.

Sharing

Tinggalkan komentar