AS Serukan Turki Tidak Operasionalkan S-400

File:S-400 Triumf.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

Washington, Jakartagreater.com –  Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam wawancara meminta Turki untuk tidak mengoperasionalkan sistem pertahanan udara S-400 Rusia, dirilis Sputniknews.com pada Jumat 26-7-2019.

“Mungkin ada lebih banyak sanksi yang mengikuti, tetapi terus terang apa yang sebenarnya kita inginkan adalah agar S-400 tidak jadi operasional,” kata Pompeo kepada Bloomberg Television, pada Kamis 25-7-2019.

Sebelumnya pada hari Kamis, Rusia menyelesaikan tahap pertama pengiriman komponen sistem pertahanan udara S-400. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sistem S-400 akan beroperasi penuh untuk militer negara itu pada April 2020.

Pada hari Selasa 23-7-2019, elit Demokrat di Senat dari Komite Hubungan Luar Negeri, mengirim sebuah surat kepada Presiden Donald Trump menyerukan sanksi pada Turki karena memperoleh sistem S-400. Anggota parlemen mengatakan bahwa tanpa tindakan tegas oleh Amerika Serikat, sanksi terhadap Rusia akan melempem di tengah jalan.

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 17 Juli 2019 bahwa pembelian sistem S-400 membuat mustahil untuk mempertahankan Turki dalam program Jet tempur F-35.

Pekan lalu, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Akuisisi Ellen Lord mengatakan kepada wartawan bahwa Pentagon akan melepaskan Turki dari Program F-35 Joint Strike Fighter pada Maret 2020 karena keputusan Ankara untuk membeli sistem pertahanan S-400 Rusia.

Lord juga mengatakan Amerika Serikat akan menghabiskan dana hingga $ 600 juta dalam rekayasa non-recurring untuk menggeser rantai pasokan. Kementerian Luar Negeri Turki menyebut langkah AS sebagai langkah sepihak yang dapat membawa kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada hubungan bilateral.

Rusia dan Turki telah menandatangani perjanjian untuk pengiriman 4 baterai S-400 pada Desember 2017. Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO mengkritik perjanjian tersebut dan menyatakan keprihatinan atas ketidaksesuaian sistem S-400 dengan sistem pertahanan udara dan Rudal NATO.

Sharing

Tinggalkan komentar