Ground Breaking Fasilitas Latihan Pertempuran Kota TNI

Satuan 81 Kopassus. (@ BugisWarriors via commons.wikimedia)

Kab. Bandung ,  Jakartagreater.com –  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan Ground Breaking pembangunan Fasilitas Latihan Pertempuran Kota (Faslat Purkota) untuk Pasukan Khusus TNI, Kamis, 1-8-2019, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Kabupetan Bandung, Jawa Barat, dirilis situs Kemhan RI.

Ground Breaking dimulainya pembangunan Faslat Purkota ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatangan prastasi oleh Menhan bersama Kasad. Turut pula mendampingi Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono M.Tr. Han. dan Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Eris Widodo Y, S.E., M.Tr (Han).

Pembangunan Faslat Purkota yang diinisiasi oleh Menhan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme Prajurit TNI khususnya pasukan khusus Kopassus, Marinir dan Korpaskhas dalam menghadapi potensi ancaman perang kota di wilayah Indonesia.

Menhan mengatakan, Faslat Purkota ini merupakan komitmen Kemhan untuk terus meningkatkan kemampuan Prajurit Pasukan Khusus dalam menunaikan tugas yang bercirikan kemampuan khusus dengan tingkat kecepatan gerak dan keberhasilan tinggi di dalam menghadapi berbagai macam dimensi ancaman khususnya ancaman terorisme dan radikalisme.

Ground Breaking Fasilitas Latihan Pertempuran Kota TNI, di Kab Bandung, Jawa Barat, 1-8-2019. (@Kemhan RI)

Upaya peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan terus ditingkatkan antara lain melalui intensitas latihan yang dikembangkan secara terus menerus dalam bentuk latihan perorangan, latihan satuan, latihan gabungan, maupun latihan bersama dengan negara lain. “Latihan sangat penting, bagi saya dari dulu latihan itu adalah kesejahteraan bagi Prajurit”, ungkap Menhan.

Faslat Purkota ini dibangun di Batujajar agar nantinya fasilitas latihan pertempuran kota ini dapat digunakan bersama – sama oleh infantri yang ada di lingkungan TNI AD, kemudian oleh pasukan Koopsus TNI yang baru dibentuk, Satuan Marinir TNI AL, Satuan Paskhas TNI AU dan satuan pasukan khusus lainnya, baik untuk latihan khusus TNI maupun untuk latihan persiapan operasi.

Sementara itu, Danjen Kopassus menyampaikan bahwa pembangunan Faslat Purkota yang ideal diperlukan untuk menggambarkan situasi sebenarnya guna dijadikan tempat latihan prajurit TNI. “Kebutuhan Faslat Purkota sangat mendukung operasi baik dalam negeri maupun luar negeri termasuk juga dalam rangka kegiatan kerjasama dengan negara sahabat”, ungkapnya.

Danjen Kopassus lebih lanjut menyapaikan terima kasih kepada Menhan yang telah memberikan ide sekaligus sebagai pencetus dalam pembangunan Pusat Latihan Pertempuran Kota tersebut. Terima kasih juga disampaikan kepada Kasad yang terus mendukung dan mensupprt untuk terus membangun Sumber Daya Manusia khususnya TNI dan TNI AD agar semakin profesional.

Sharing

Tinggalkan komentar