Jet Tempur F/A-18E Super Hornet Jatuh di California

File:US Navy 020724-N-8794V-001 Maiden combat deployment of the F-A-18E Super Hornet.jpg From Wikimedia Commons, the free media repository.

California, Jakartagreater.com – Sebuah Jet tempur F/A-18E Super Hornet Angkatan Laut AS jatuh di Death Valley barat, Inyo County, California, Rabu pagi 31-7-2019. Status pilot tidak diketahui, tetapi juru bicara Taman Nasional Death Valley mengatakan 7 orang terluka, dirilis Sputniknews.com.

Jet tempur jatuh sekitar pukul 10 pagi waktu setempat. Berita lokal melaporkan bahwa Helikopter pencarian dan penyelamatan telah dikirim ke daerah itu dari Stasiun Senjata Udara Angkatan Laut China Lake. Fly Navy, feed Twitter resmi pasukan Angkatan Laut AS, mengkonfirmasi operasi itu sedang berlangsung.

Pejabat urusan publik Joint Strike Fighter Wing. Letnan Cmdr Lydia Bock mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat itu adalah bagian dari skadron VFA-151, yang beroperasi di Stasiun Udara Naval Lemoore, barat daya Fresno, dan telah melakukan penerbangan pelatihan rutin di dekat ngarai yang dikenal sebagai “Star War Canyon” ketika kecelakaan terjadi.

Pada bulan Februari 2019, dua Super Hornet bertabrakan di udara di atas Twentynine Palms, Combat Center Ground Corps Air Ground, di selatan Death Valley. Kedua pesawat mendarat dengan selamat, tetapi insiden itu menyebabkan kerugian jutaan dolar akibat kerusakan Jet tempur.

Dalam insiden yang jauh lebih mematikan pada Desember 2018 lalu, sebuah F/A-18 bertabrakan dengan pesawat tanker KC-130 di Jepang, menewaskan 6 orang marinir AS.

Hornet F/A-18 telah menjadi andalan penerbangan angkatan laut AS sejak diperkenalkan pada tahun 1984 dan dioperasikan oleh banyak mitra AS di seluruh dunia, serta tim demonstrasi penerbangan Angkatan Laut Blue Angels AS. F/A-18 mampu terbang dengan kecepatan mendekati Mach 2.

Sharing

Tinggalkan komentar