Slovakia Teken Pembelian F-16 Viper

F-16 Viper (foto : Viper demo team twitter)

Lockheed Martin mendapatkan kontrak senilai hampir US$ 800 juta untuk memproduksi dan mendukung jet tempur F-16 untuk Slovakia, rilis Departemen Pertahanan AS dan dilansir oleh Defense Post.

Kontrak pengadaan tersebut akan memproduksi 14 pesawat tempur F-16 Block 70 untuk Slovakia, dan diharapkan akan selesai pada 31 Januari 2024. Pembelian F-16 nantinya akan menggantikan jet tempur MiG-29 buatan Rusia.

Pembelian militer terbesar Slovakia tersebut sebenarnya telah lama menjadi kontroversial. Slovakia sebelumnya dalam pembicaraan untuk membeli jet tempur multirole Saab Gripen dari Swedia, tetapi Menteri Pertahanan Peter Gajdos menghentikan diskusi dan mengundang peserta lelang lainnya, yang akhirnya pada Februari 2018 menyempit menjadi pilihan antara F-16 Viper dan JAS-39 Gripen C / D.

Gajdos berasal dari Partai Nasional Slovakia (SNS) yang berhaluan kanan-nasionalis, yang koalisi dengan Perdana Menteri Peter Pellegrini – dari partai Sosial Demokrasi (Smer-SD).

Di antara tetangga terdekatnya, Hongaria dan Republik Ceko mengoperasikan jet Gripen, sedangkan Polandia memiliki armada F-16. Slovakia dan Republik Ceko memiliki perjanjian “langit bersama” di mana keduanya membantu melindungi ruang udara satu sama lain, dan bisa juga berbagi pemeliharaan dan pelatihan pilot jika Slovakia memilih Gripen.

Pada bulan April 2018, Departemen Luar Negeri AS menyetujui sekitar US$ 2,91 miliar penjualan 14 pesawat tempur F-16 Viper ke Slovakia, bersama dengan daftar lengkap peralatan, amunisi, dukungan dan pelatihan, dan pada bulan Juli itu, Pellegrini mengatakan kabinet telah menerima proposal yang disajikan oleh Gajdos untuk membeli F-16, dengan alasan bahwa meskipun pengeluaran awal untuk F-16 beberapa ratus juta euro lebih tinggi daripada Gripen, namun selama operasional 30 tahun, F-16 terhitung lebih murah.

“Slovakia akan membayar € 1,889 miliar ($ 1,8 miliar) untuk 14 jet tempur, pelatihan pilot, amunisi dan dukungan logistik dua tahun,” kata Pellegrini pada saat itu, tulis Reuters.

Pada bulan September Wakil Presiden Lockheed Martin Orlando Carvalho mengatakan bahwa empat F-16 pertama akan tiba di Slovakia pada awal 2023, dan pelatihan pilotnya dijadwalkan akan dimulai pada tahun ini. Dia mengatakan sekitar 22 pilot diharapkan dilatih bersama dengan lebih dari 150 teknisinya.

Pada bulan November, Kementerian Pertahanan Slovakia mengumumkan bahwa telah menandatangani kesepakatan untuk pengadaan 14 jet tempur, amunisi, dukungan logistik dan pelatihan pilot dan teknisi dengan Lockheed Martin, dalam kesepakatan yang bernilai hampir € 1,6 miliar (US$ 1,8 miliar), tetapi beberapa jam kemudian, Pellegrini mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kontrak f-16 tidak valid karena belum disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Kontroversi itu tampaknya diselesaikan pada bulan Desember, ketika wakil presiden Gajdos dan Ana Wugofski dari Lockheed Martin menandatangani kontrak untuk pengadaan 14 pesawat, peralatan, dukungan dan pelatihan. Empat jet F-16 pertama akan dikirim pada tahun 2022, dan sisanya pada akhir tahun 2023, tulis Spectator.

F-16 Block 70/72 adalah konfigurasi dari jet tempur F-16 terbaru dan tercanggih hingga saat ini, dengan usia struktural lebih dari 50 persen di atas pesawat F-16 sebelumnya, menurut Lockheed Martin, Viper mengunakan fitur radar aktif dengan avionik baru dan perangkat lunak dengan teknologi baru.

Varian F-16 Viper radar AESA, komputer misi baru dan suite peperangan elektronik, sistem penghindaran benturan tanah otomatis, dan berbagai perbaikan kokpit. Varian Viper pertama kali terbang pada Oktober 2015.

Sharing

Tinggalkan komentar