Revisi Kontrak Kapal Perang Malaysia Menuai Kontroversi

Kapal perang pesisir Sundang (Keris class) pesanan Angkatan Laut Malaysia resmi diluncurkan (foto : Navaltoday)

Pemerintah Malaysia membantah tuduhan bahwa keputusannya yang merevisi kontrak Kapal Littoral Mission akan merugikan industri pertahanan dalam negeri, seperti dilaporkan oleh Jane’s.

Keputusan Putrajaya untuk merevisi kontrak empat kapal Littoral Mission Ship (LMS) dengan China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC) tidak akan berdampak negatif pada pengaturan alih teknologi antara kedua negara, ujat Kementerian Pertahanan Malaysia dalam sebuah pernyataannya pada 1 Agustus.

Pernyataan itu dikeluarkan menghadapi kritik yang terus-menerus dilontarkan oleh para politisi oposisi negara itu, terutama dari mantan perdana menteri Najib Razak, yang menggambarkan keputusan itu sebagai “peduli urusan kecil tapi rugi hal besar”.

Pemerintah Malaysia yang sebelumnya dipimpin oleh Najib, menandatangani kontrak senilai US$282 juta atau RM 1.17 milyar untuk empat kapal LMS dengan CSIC Tiongkok pada 2017. Ini adalah kontrak kapal laut besar pertama Malaysia dengan Cina.

Di bawah kontrak awal, dua kapal pertama dalam program ini akan dibangun di Cina oleh galangan kapal yang berafiliasi dengan perusahaan CSIC, sementara dua lambung kapal yang lain akan dibangun oleh Boustead Naval Shipyard (BNS) yang berafiliasi dengan negara bagian Malaysia dengan bantuan Cina sebagai bagian dari pengaturan transfer teknologi.

Pemerintahan Najib kemudian lengser setelah kalah pada pemilihan umum Malaysia bulan Mei 2018.

Di bawah pemerintahan baru yang dipimpin oleh Mahathir Mohamed, nilai kontrak untuk program LMS dinegosiasikan kembali menjadi RM 1.048 milyar dan keempat kapal perang sekarang akan dibangun di Cina.

“Jika dua kapal dibangun di Malaysia, penduduk setempat akan mendapatkan pekerjaan. Akan ada transfer teknologi. Kami akan belajar. Kami akan melakukan pemeliharaan dan peningkatan kapal di masa depan, “kata Najib melalui akun media sosial resminya pada 26 Juli.

Sharing

Tinggalkan komentar