Heavy Strike Drone Okhotnik Lanjutkan Uji Terbang

Heavy Strike Drone Okhotnik Rusia. (@ Russia MoD)

Moskow – Jakartagreater.com – Drone penyerang kelas berat siluman Rusia, Okhotnik (Hunter) yang dikembangkan oleh Sukhoi Design Bureau (bagian dari United Aircraft Corporation) akan melakukan beberapa uji terbang lagi tahun ini, ujar sumber di industri pertahanan Rusia kepada TASS pada hari Rabu, 7-08-2019.

“Program uji penerbangan Okhotnik menetapkan beberapa penerbangan lagi dengan komplikasi penugasan berurutan,” kata sumber itu. Drone akan melakukan salah satu penerbangannya dalam mode sebagian otonom: operator di darat hanya akan memberikan beberapa perintah, sumber tersebut menyatakan.

“Sebuah kemungkinan juga dipertimbangkan untuk penerbangan Drone yang sepenuhnya otonom tanpa partisipasi operator ketika lepas landas, menjalankan programnya dan mendarat hanya di bawah kendali sistem panduannya sendiri.”United Aircraft Corporation menolak berkomentar untuk TASS tentang informasi yang diberikan oleh sumber.

Seperti yang dilaporkan Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya, Okhotnik melakukan penerbangan penuh pertama pada 3 Agustus 2019. Kendaraan udara tak berawak itu tetap berada di udara selama lebih dari 20 menit. Drone mengikuti perintah operator di darat dan membuat beberapa flyover Aerodrome di ketinggian sekitar 600m.

Kementerian Pertahanan Rusia mengunggah video penerbangan debut Drone ke halaman YouTube-nya. Video tersebut menunjukkan Okhotnik yang sedang meluncur di landasan pacu bandar udara militer, lepas landas dan bermanuver dengan roda pendaratan yang tidak ditarik dan kemudian melakukan pendaratan di rezim normal. Drone dilapisi dengan cat kamuflase abu-abu.

Seperti sumber lain di industri pertahanan mengatakan kepada TASS, sebelum itu Drone sudah melakukan beberapa take-off, melompat beberapa meter di atas landasan pacu dan mendarat segera setelah itu. Drone melakukan serangkaian uji seperti itu tetapi mereka tidak dipandang sebagai penerbangan penuh.

Okhotnik heavy strike drone

Okhotnik memiliki fitur teknologi siluman dan desain sayap terbang (tidak memiliki ekor) dan memiliki berat lepas landas 20 ton. Drone memiliki mesin Jet dan mampu mengembangkan kecepatan sekitar 1.000 km / jam.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Drone memiliki lapisan anti-radar dan dilengkapi dengan peralatan untuk elektro-optik, radar dan jenis pengintaian lainnya. Model Okhotnik yang dikendalikan dari jarak jauh diluncurkan di pameran pertahanan internasional Angkatan Darat 2019 di luar Moskow pada akhir Juni 2019.

Sharing

Tinggalkan komentar