Tejas Belum Bisa Disebut Jet Tempur Modern?

Jet tempur Tejas (foto : Wikipedia)

Jet tempur LCA Tejas dengan kemampuan setara dengan pesawat tempur modern saat ini belum bisa dikirimkan pada Angkatan Udara India setidaknya sampai tahun 2025, lansir Livemint.

“Tejas”, jet tempur buatan India, dimaksudkan untuk menjadi pengganti jet tempur MiG-21, tetapi bahkan setelah 40 tahun dalam proses pembuatan, jet tempur ringan itu masih menjalani proses penerimaan di Angkatan Udara India.

LCA baru mendapat Izin Final Operational Clearance (FOC) dari Centre for Military Airworthiness and Certification (CEMILAC) pada awal tahun ini. Sertifikasi ini mengukuhkan Tejas sebagai jet tempur multi-peran dengan kemampuan serangan udara diluar jangkauan visual dan serangan ke permukaan serta daya tahan lebih lama melalui pengisian bahan bakar di udara.

Terlepas dari fitur-fitur canggih, Tejas dalam bentuknya yang sekarang hanya merupakan versi perbaikan dari MiG-21 tetapi gagal jika dibandingkan dengan jet tempur modern lainnya.

Bahkan produksi varian ini lambat saat pabrikan Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) hanya menyerahkan sekitar selusin Tejas sejauh ini.

IAF membutuhkan banyak jet tempur karena Tejas dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara. Varian tejas saat ini memiliki peran yang sama dengan MiG-21.

Versi tindak lanjut LCA Mk 1 (a) dan LCA-Mk 2 akan menjadi versi Tejas yang ditingkatkan.

LCA Tejas Mk 1 (a) akan memiliki peningkatan kemampuan servis, waktu pemuatan senjata yang lebih cepat, peningkatan daya tahan, perangkat peperangan elektronik yang lebih baik, dan radar AESA yang secara signifikan meningkatkan kemampuannya.

LCA Mk 2 akan menjadi pesawat yang lebih besar (lebih panjang 1,6 meter) dengan rentang sayap yang lebih lebar (0,6 meter). Jet akan memiliki mesin GE 414 yang lebih kuat karena harus menopang ukuran dan kekuatan pesawat agar dapat membawa lebih banyak beban. Bobotnyapun akan meningkat dari 4 ton menjadi 6,5 ton.

Sampai sekarang, 40 unit Mk 1 dan 83 unit Mk1 (a) telah dipesan oleh IAF. Pesanan untuk Mk 2 akan dilakukan saat jet Tejas mulai terbang. Direncanakan LCA Tejas Mk 1 (a) akan terbang pada tahun 2022, sesuai dengan jadwal saat ini.

Dari 40 Tejas pertama yang dipesan oleh IAF, hanya 20 yang akan disertifikasi FOC.

Para pejabat mengatakan bahwa jalur produksi perlu ditingkatkan secara signifikan untuk mengirimkan pesawat ke IAF. HAL telah berhasil mencapai tingkat produksi delapan pesawat per tahun dibandingkan dengan 16 hingga 17 yang bisa diproduksi oleh produsen besar dunia lainnya.

Sharing

Tinggalkan komentar