Sistem Rudal S-400 yang Laris Manis

Sistem Rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Rusia. © Russian Federation MoD

Moskow, Jakartagreater.com – Rusia dan India telah menyelesaikan masalah pembayaran uang muka dari pihak India untuk pengiriman sistem Rudal darat-ke-udara S-400 jarak jauh, ujar kantor pers Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer dan Teknis mengatakan kepada TASS pada hari Kamis, 29-08-2019.

“Kontrak untuk S-400 akan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan yang dicapai dan dokumen ditandatangani. Masalah pembayaran uang muka berdasarkan kontrak telah diselesaikan. Kami tidak mengomentari perinciannya,” kata kantor pers.

New Delhi mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi sistem Rudal darat-ke-udara buatan S-400 buatan Rusia pada tahun 2015. Kontrak pengiriman senilai $ 5,43 miliar ditandatangani selama kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke India tahun lalu.

Kesepakatan itu membuat Washington marah, yang mengancam akan menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang memperoleh senjata dan perangkat keras militer dari Rusia. Namun, India mengatakan tidak berniat untuk menyerahkan kesepakatan pembelian sistem Rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia.

S-400 ‘Triumf’ adalah sistem Rudal pertahanan udara jarak jauh paling canggih yang mulai beroperasi di Rusia pada tahun 2007. S-400 dirancang untuk menghancurkan Rudal Balistik pesawat, jelajah dan balistik, termasuk rudal jarak menengah, dan juga dapat digunakan terhadap instalasi ground

S-400 dapat melibatkan target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km. Rusia juga telah menandatangani kontrak untuk pengiriman sistem ini dengan China (pelanggan pertama) dan Turki.

Rusia berjanji untuk mengirimkan sistem rudal S-400 ke India sesuai jadwal

Rusia akan mengambil semua upaya untuk mengirimkan sistem Rudal permukaan-ke-udara S-400 ke India sesuai jadwal, Menteri Penasihat Kedutaan Besar Rusia di India Roman Babushkin mengatakan pada hari Rabu 28-8-2019.

“Jangka waktu implementasi kontrak sudah diketahui: pada tahun 2023, sistem ini harus dikirim ke India. Rusia siap untuk mengambil semua upaya yang diperlukan untuk mengikuti parameter waktu perjanjian ini,” katanya pada konferensi pers yang didedikasikan untuk mendatang.

Forum Ekonomi Timur di Vladivostok pada September 2019, di sela-sela pertemuan puncak tradisional Presiden Rusia Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan berlangsung. “Kami melanjutkan dari kenyataan bahwa kontrak akan dilaksanakan secara penuh sesuai dengan kepentingan kedua negara dan kesepakatan tercapai. Kami bermaksud untuk benar-benar mematuhi mereka,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tentang apakah Moskow dan New Delhi telah menyetujui penyelesaian bersama dalam mata uang nasional pada saat penandatanganan kontrak pertahanan, diplomat mencatat ini adalah bidang yang cukup spesifik.

“Kedua pihak tertarik untuk membuat permukiman secara maksimal dilindungi dari dampak negatif dari faktor-faktor eksternal, seperti pembatasan keuangan dan politik, yang diberlakukan secara sepihak oleh negara lain,” tegas diplomat Rusia itu. “Pekerjaan di bidang ini tidak diragukan lagi sedang berlangsung,” tambahnya.

Sharing

Tinggalkan komentar