KRI Kujang 642 Ikuti SEACAT 2019

KRI Kujang – 642 Ikuti Latma Multilateral SEACAT 2019

Jakarta – KRI Kujang-642 mengikuti Latihan Bersama  (Latma) Multilateral South East Asia Cooperation and Training (SEACAT) yang diselenggarakan mulai tanggal 19 sampai 31 Agustus 2019.

Latihan ini merupakan salah satu bentuk latihan multilateral yang dilaksanakan setiap tahun antara US Indopacom dalam hal ini dilaksanakan oleh US COMLOG WESTPAC dengan 8 angkatan laut negara-negara kawasan Asia Tenggara selama 2 minggu.

Seacat dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan latihan untuk mempererat hubungan kerja sama dan latihan angkatan laut di kawasan dalam mengatasi tantangan keamanan maritim secara efektif seperti tindak kekerasan bersenjata di laut, perompakan, penyelundupan dan penangkapan ikan ilegal.

Dalam Latihan Seacat 2019 ini yang dikedepankan adalah pertukaran dan mengumpulkan informasi dari negara-negara kawasan yang mengarah kepada peningkatan maritime domine awarness negara-negara Kawasan Asia Tenggara.

Laksamana Muda Joey Tynch US COMLOG WESTPAC memuji kerja sama dalan latihan ini. Seacat melaksanakan latihan di Filipina, Singapura, Perairan Malaysia, Perairan Thailand, dan Perairan Utara Pulau Bintan dalam rangka meningkatkan kerja sama militer.

Latihan Seacat 2019 ini juga diisi dengan kegiatan workshop dan latihan VBSS yang melibatkan US, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan Bangladesh. VBSS workshop dilaksanakan di Manila Filipina, seluruh peserta bertukar pengalaman dalam pelaksanaan operasi VBSS serta melaksanakan diskusi study kasus pada operasi VBSS.

kegiatan Workshops dan seminar maritime security dan maritime domain awarness diikuti oleh LO IFC negara- negara peserta, dengan tujuan meningkatkan sharing informasi dan pengolahan data informasi dari berbagai sumber dalam menjamin kemanan laut.

Latihan manouver lapangan dilaksanakan 15 kali operasi VBSS yang bertujuan untuk melatih peserta latihan kedalam situasi yang sebenarnya dengan skenario tantangan layaknya menghadapi kondisi sebenarnya. skenario tersebut memanfaatkan sharing informasi dari pengelolaan data informasi LO IFC di Singapura. Setelah latihan dinyatakan selesai, maka akan dilaksanakan kaji ulang di Changi, Singapura. (Dispen Koarmada I).

Sharing

Tinggalkan komentar